LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BKPM sebut realisasi investasi 2017 cakup sektor e-commerce

"Seberapa jauh angka-angka yang kami sampaikan sudah mencakup investasi e-commerce bahwa Indo Capital dan lain-lain termasuk Go-Jek. Hanya sebagian kecil yang sudah masuk dalam angka-angka ini. Jadi, saya kira sampai 10 persen pun belum masuk di dalam BKPM."

2018-01-30 21:39:38
BKPM
Advertisement

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong menyebut bahwa angka realisasi investasi sebesar Rp 692,8 triliun sudah mencakup investasi dalam sektor e-commerce. Akan tetapi, masih belum diketahui berapa besar porsi investasi yang didapatkan dari e-commerce.

"Seberapa jauh angka-angka yang kami sampaikan sudah mencakup investasi e-commerce bahwa Indo Capital dan lain-lain termasuk Go-Jek. Hanya sebagian kecil yang sudah masuk dalam angka-angka ini. Jadi, saya kira sampai 10 persen pun belum masuk di dalam BKPM," katanya di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/1).

Thomas belum mengetahui porsi investasi e-commerce karena para pelaku belum melaporkan ke BKPM. Pihaknya masih menunggu hal tersebut. "Karena belum dilaporkan oleh pelaku atau investor karena selama ini kami masih menunggu kesadarannya saja," ucapnya.

Advertisement

Thomas mengakui, adanya fenomena e-commerce tersebut membuat BKPM kewalahan dalam mengumpulkan data investasi. "Karena ini fenomenal sangat cepat sekali dalam sejarah. Belum pernah dari 0 jadi puluhan triliun dalam 2 sampai 3 tahun. Jadi, perlu upaya ekstra dari kami untuk mengejar status investasi dari histori-histori ini," ujar Thomas.

Menurutnya, di Indonesia mempunyai rezim yang paling membatasi bagi para investor untuk berinvestasi khususnya investor asing. Maka dari itu, BKPM sedang merevisi kembali Daftar Negatif Indonesia (DNI) bagian dari upaya menarik para investor asing.

"Nggak ada satupun negara di ASEAN yang lebih restriktif di mana semua bidang usaha atau sektor harus ada acuannya. Di negara lain cenderung bebas. Jadi, itu memang menjadi salah satu hambatan. Kami merevisi DNI lagi, kira-kira sektor-sektor apa yang menjadi prioritas untuk relaksasi," tandasnya.

Advertisement

Baca juga:
Ini penyebab realisasi investasi Indonesia kalah dengan negara tetangga
Porsi realisasi investasi di Luar Jawa merosot jadi 43,7 persen di 2017
Lampaui target, realisasi investasi 2017 tembus Rp 692 triliun
E-commerce dan pariwisata jadi sektor penyumbang ekonomi RI terbesar di 2018
Pariwisata dan e-commerce jadi sektor strategis di 2018

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.