LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BKPM: Banyak Investor Incar Sektor Pariwisata, tapi Terlilit Aturan Aneh-aneh

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut investasi di sektor pariwisata susah berkembang karena terhambat regulasi atau aturan.

2020-01-03 18:16:13
Investasi
Advertisement

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut investasi di sektor pariwisata susah berkembang karena terhambat regulasi atau aturan.

"Banyak investor mengincar sektor pariwisata, tapi terlilit oleh regulasi yang aneh-aneh," katanya dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (3/1).

Bahlil mencontohkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, daerah itu pernah berencana membangun Cable Car.

Advertisement

Namun, izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum juga turun. Padahal, wahana tersebut akan mampu menyedot wisatawan lebih banyak lagi ke Banyuwangi.

Kepada Kepala BKPM, Bupati Azwar Anas mengeluhkan perizinan tersebut belum juga didapatkan. Padahal, pemerintah daerah telah mengajukan permohonan tersebut telah lebih dari tiga tahun.

"Sampai sekarang belum keluar-keluar juga. Padahal, anggaran kita sudah habis mondar-mandir ke Jakarta," ucapnya.

Advertisement

Wahana cable car di Banyuwangi diklaim akan dapat menarik minat wisatawan karena wilayah itu menawarkan pemandangan yang menarik. Cable car pun disebut tengah digandrungi di berbagai negara.

"Kalau di Eropa tak usah disebut lagi. Hampir semua negara ada. China di mana-mana bangun Cable Car. Kita malah dibuat susah oleh regulasi kita sendiri atau birokrasi," kata Azwar Anas.

Investasi di Indonesia Paling Seksi di 2020

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investasi paling menarik di antara negara-negara berkembang lain. Hal itu tercermin dari hasil survei yang dilakukan Bloomberg dari negara-negara maju lainnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan ini pertama kalinya Indonesia menempati peringkat tertinggi. Bahkan, Indonesia bisa mengalahkan China dan India.

"Ini belum pernah terjadi. Ini juga yang paling menjanjikan diantara negara-negara emerging market lain khususnya investasi di pasar saham dan surat utang," kata Wimboh di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1).

Meski secara tren, kepercayaan investor mengalami peningkatan cukup baik, dirinya juga tetap mewaspadai di 2020 ini masih ada beberapa faktor eksternal yang bisa saja berdampak. Di antaranya adalah tidak adanya kesepakatan antara China dan Amerika Serikat, serta brexit yang masih belum jelas.

"Di sisi lain kita tidak memungkiri 2020 masih ada hal yang perlu kita catat bahwa belum terjadinya kesepakatan dagang antara AS dan China," tegasnya.

Dia menuturkan, capaian sejarah tersebut tentunya tidak lepas dari kerja keras dan dukungan berbagai pihak baik pemerintah, Bank Indonesia, dan seluruh pelaku pasar modal. Sehingga sinergi dan kebijakan dibangun bersama mampu menimbulkan kepercayaan investor yang luar biasa.

"Tentunya ini indikasi yang bagus kepada prospek ekonomi indonesia kita ke depannya," imbuh dia.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.