LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BI: Meski ada perubahan suku bunga, pertumbuhan ekonomi tetap 5,1 - 5,5 persen

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, kenaikan suku bunga acuan yang berlaku 18 Mei 2018 akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, meski begitu proyeksinya tetap di kisaran level 5,1 hingga 5,5 persen.

2018-05-17 20:40:44
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tetap berada di kisaran level 5,1 hingga 5,5 persen, meski telah memutuskan kenaikan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,50 persen.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, kenaikan suku bunga acuan yang berlaku 18 Mei 2018 akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, meski begitu proyeksinya tetap di kisaran level 5,1 hingga 5,5 persen.

‎"Jadi tentunya dengan kenaikan 25 basis poin akan mengubah paling tidak proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, meskipun kalau kita lihat dari sisi growthnya sendiri kita masih proyeksikan di level 5,1 persen sampai 5,5 persen," kata Agus, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (18/5/2018).

Advertisement

Dalam pandangan Agus, kenaikan suku bunga acuan tidak akan membawa dampak pada investasi, sehingga dia optimis penanaman modal yan dilakukan swasta sektor non bangunan akan tetap‎ besar.

"Kami optimis dari sisi investasi yang dilakukan oleh swasta non bangunan dan akan punya pengaruh positif utk menjaga investasi sebagai driver pertumbuhan ekonomi," tutur Agus.

Agus melanjutkan, dengan adanya penyelenggaraan pertandingan olahraga Asian Games pada Agustus 2018 dan pemilihan kepala daerah, membuat pertumbuhan konsumsi Indonesia pada tahun ini akan meningkat‎ lebih tinggi dari 2017. Hal ini akan membuat pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Advertisement

"Meskipun ada perubahan kenaikan 25 basis poin, kami masih tetap menghitung pertumbuhan 5,1-5,5 persen, mungkin hanya slightly turun dari angka proyeksi kita sebelum ada perubahan policy rate," ungkapnya.

Menurut Agus, kedua ‎momen tersebut akan mendorong permintaan domestik, sehingga berdampak pada meningkatkan impor khususnya barang modal. "Impor konsumsi dan ini nanti punya pengaruh akhirnya terhadap net ekspor kita dan kepada transaksi berjalan jadi secara keseluruhan," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kondisi sektor keuangan dan perbankan RI stabil, ini buktinya
Kenaikan suku bunga acuan diharap bisa perkuat nilai tukar Rupiah
Bos BI prediksi kurs Dolar masih akan tekan nilai tukar Rupiah
Menko Darmin: Perbankan jangan buru-buru naikkan suku bunga kredit
BI: Rupiah melemah 1,47 persen di triwulan 1/2018

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.