LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BI: Kami Terus Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah Hingga Tahun Depan

Stabilitas nilai tukar Rupiah ini kata Perry bisa mendukung pemerintah yang sedang melakukan pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19.

2020-12-07 16:08:00
Kurs Rupiah
Advertisement

Bank Indonesia berkomitmen untuk terus melanjutkan berbagai kebijakan yang telah dibuat. Salah satunya dengan tetap menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Langkah ini diperlukan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional,

"Kami akan terus melanjutkan stabilisasi nilai tukar Rupiah, ini tetap menjadi prioritas kami," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di acara Bank Indonesia Bersama Rakyat (Birama) secara virtual, Jakarta, Senin (7/12).

Stabilitas nilai tukar Rupiah ini kata Perry bisa mendukung pemerintah yang sedang melakukan pemulihan ekonomi selama pandemi Covid-19. Perry meyakini dengan kebijakan quantitative easing yang dilakukan BI membuat Rupiah tetap bergerak stabil. Bahkan berpotensi terus menguat hingga tahun depan.

Advertisement

"Kami masih memandang bahwa Rupiah akan bergerak stabil dan berpotensi untuk penguatan," kata dia.

Selain itu, Bank Indonesia juga kembali menurunkan suku bunga acuan menjadi 3,75 persen. Penurunan suku bunga ini kata Perry menjadi yang paling rendah dari yang pernah ada di Indonesia.

"3,75 ini terendah sepanjang sejarah," kata dia.

Advertisement

Suku Bunga Rendah Dipertahankan

Perry mengatakan suku bunga rendah ini akan tetap dipertahankan Bank Indonesia sampai melihat ada tanda-tanda tekanan terhadap inflasi yang meningkat. Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan kebijakan bagi perbankan berupa pelonggaran likuiditas.

Bank sentral juga akan mengkaji berbagai kebijakan makroprudensial yang ada. Dia ingin mencari sisi kebijakan mana lagi yang bisa disesuaikan untuk mendorong proses pemulihan ekonomi nasional.

"Kami juga sedang mengkaji kebijakan makroprudensial apalagi untuk bisa mendorong sektor prioritas bersama pemerintah. Termasuk juga kami akan terus melakukan kebijakan akomodatif terutama untuk menjaga stabilitas," tutur Perry.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.