LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos BI beberkan keuntungan lindung nilai ketika Rupiah melemah

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, fluktuasi Rupiah dalam beberapa waktu terakhir tidak akan memberi pengaruh besar bagi korporasi. Sebab, sejak 2015 bank Indonesia telah mencanangkan penggunaan hedging (lindung nilai) bagi perusahaan yang melakukan pinjaman luar negeri.

2018-04-26 20:41:41
Bank Indonesia
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap USD mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Nilai tukar mata uang Garuda tersebut, bahkan hampir menyentuh Rp 14.000 per USD. Lalu, bagaimana dampaknya bagi perusahaan yang melakukan pinjaman luar negeri?

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, fluktuasi Rupiah dalam beberapa waktu terakhir tidak akan memberi pengaruh besar bagi korporasi. Sebab, sejak 2015 bank Indonesia telah mencanangkan penggunaan hedging (lindung nilai) bagi perusahaan yang melakukan pinjaman luar negeri.

Untuk diketahui, hedging adalah suatu strategi untuk melindungi dana pinjaman dari fluktuasi nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan.

Advertisement

"Kalau kita melihat nilai tukar sekarang ini Indonesia tidaklah sebegitu besar ketegantungan korporasi yang punya pinjaman valas. Karena sejak 2015 Bank Indonesia sudah mengeluarkan regulasi kehati-hatian yang meminta korporasi pinjaman luar negeri harus melalui prinsip kehati-hatian dengan lindung nilainya," ujarnya di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (26/4).

Penerapan hedging membuat kondisi keuangan perusahaan lebih sehat apabila terjadi fluktuasi mata uang. Dengan melakukan hedging, resiko yang ditempuh oleh perusahaan juga tergolong minim. "Kita sudah punya perusahaan yang jauh lebih sehat, yang tidak menjadi beresiko terhadap nilai tukar karena dia sudah lebih patuh melakukan hedging," jelasnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan, Bank Indonesia tidak menetapkan batas aman nilai tukar Rupiah namun demikian Bank Indonesia akan terus menjaga nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya. Dia juga menegaskan, Bank Indonesia akan terus ada di pasar untuk menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Advertisement

"Bank Indonesia akan selalu ada di pasar menjaga dan meyakinkan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga. Bank Indonesia tidak menargetkan nilai tukar tertentu tapi menjaga sesuai fundamental ekonomi Indonesia. Jika depresiasi, Bank Indonesia disiplin dan konsisten menganut fleksibel exchange switch," tandasnya.

Baca juga:
Rupiah melemah, BI buka ruang penyesuaian suku bunga acuan
Rupiah mendekati Rp 14.000 per USD, Sri Mulyani pastikan defisit aman
Pelemahan Rupiah dekati Rp 14.000 per USD, ini tanggapan Menteri Sri Mulyani
Fakta unik di balik anjloknya Rupiah mendekati Rp 14.000 per USD
Jurus Pertamina hadapi pelemahan Rupiah
Utang pemerintah makin menggunung akibat Rupiah melemah

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.