Bos besar toko mainan ini niat beli semua toko Toys 'R' Us yang bangkrut
Larian yang merupakan CEO MGA Entertainment ini mengincar lebih dari 200 toko cabang sisa dari total 735 lokasi di AS, dan hampir semua lebih dari 80 lokasi di Kanada.
CEO perusahaan mainan yang memproduksi boneka Bratz dan Little Tike Toys, Isaac Larian, mengatakan bahwa pada hari Jumat lalu dia telah memasukkan tawaran resmi sebesar USD 675 juta untuk membeli toko-toko cabang Toys 'R' Us yang berlokasi di Amerika Serikat. Selain itu, dia juga telah mengajukan tawaran untuk membeli beberapa cabang toko yang ada di Kanada dengan total USD 215.
Larian yang merupakan CEO MGA Entertainment ini mengincar lebih dari 200 toko cabang sisa dari total 735 lokasi di AS, dan hampir semua lebih dari 80 lokasi di Kanada, kata seorang juru bicara.
Larian akan menggunakan uangnya sendiri untuk membeli toko itu, bersama dengan pembiayaan dari bank dan investor tambahan. "Likuidasi Toys 'R' Us akan memiliki efek jangka panjang pada bisnis mainan. Industri akan benar-benar menderita," kata Larian dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari CNNMoney.
Larian mengatakan, selain ingin menyelamatkan Toys 'R' Us dari kebangkrutan, dia juga ingin membawa industri mainan ke dalam era baru. "Prospek membawa pengalaman Toys 'R' Us ke generasi baru, generasi cucu baru saya, sudah cukup untuk memotivasi saya untuk Menyelamatkan Toys 'R' Us."
Sementara itu, pihak Toys 'R' Us menolak untuk berkomentar terkait tawaran dan rencana pembelian tersebut.
Perusahaan mengatakan pada bulan Maret mereka akan menutup atau menjual semua toko di AS. Toya "R" Us mengumumkan kebangkrutan pada musim gugur yang lalu.
Sebelumnya, Larian berusaha mengumpulkan USD 1 miliar untuk menyelamatkan Toys 'R' Us melalui skema crowdfunding.
Visi Larian untuk Toys 'R' Us termasuk mengubah tokonya menjadi hotspot hiburan. "Tempat yang menyenangkan dan menarik di mana keluarga dapat menghabiskan satu hari penuh. Bayangkan sebuah mini-Disneyland di setiap lingkungan."
Sebelumnya, Larian telah menyalahkan runtuhnya Toys 'R' Us pada pemilik ekuitas yang membebani perusahaan dengan utang. "Setiap sen yang dihasilkan untuk membayar layanan utang," katanya dalam wawancara dengan CNNMoney bulan lalu.
Baca juga:
Kisah sukses Mark Cuban, penjual kantong sampah kini punya jet pribadi
Cerita Gigih dirikan WeCare, buat berdonasi semudah menjentikkan jari
Kisah Tollefsen, miliuner putus sekolah yang dirikan perusahaan sejak usia 14 tahun
6 Pekerjaan freelance tak kalah menjanjikan dengan kerja kantoran
Meski cuma lulusan SD, pria ini sukses jadi orang kaya berkat berternak sapi