LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bos Bappenas soroti rokok kretek jadi penyebab tingginya angka kemiskinan RI

"Rokok kretek, jangan anggap enteng rokok, bukan hanya kesehatan karena rokok bisa buat orang miskin, di perkotaan 10 persen, di desa 10,7 persen.

2018-01-09 22:00:51
Kemiskinan
Advertisement

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, beras dan rokok kretek menjadi komoditas penyumbang kemiskinan terbesar pada September 2017. Selain kedua komoditas tersebut, berturut turut komoditas lainnya adalah telur ayam ras, mie instan, dan daging sapi.

Salah satu yang menjadi sorotan Menteri Bambang adalah rokok kretek. "Rokok kretek, jangan anggap enteng rokok, bukan hanya kesehatan karena rokok bisa buat orang miskin, di perkotaan 10 persen, di desa 10,7 persen," ujar Bambang di Kantornya, Jakarta, Selasa (9/1).

Bambang mengatakan, rokok bukan saja membuat pengeluaran masyarakat meningkat. Tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat. "Konsumsi rokok bukan saja hanya menghabiskan uang dan uang bulanan tapi dampaknya ke kesehatan, ini kenyataan," jelasnya.

Advertisement

Selain rokok, komoditas harga daging sapi juga menunjukkan pengaruh terhadap kemiskinan dalam dua tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat terhadap daging sapi meningkat.

"Ada fenomena menarik muncul daging sapi kenapa muncul September 2016. Di sinilah ada perubahan pola konsumsi yang baik yakni karena mungkin perbaikan income dan perbaikan gizi mulai konsumsi daging sapi dan jumlah signifikan," jelasnya.

"Ini hal yang bagus maka sapi bukan luxury goods tapi jadi kebutuhan, jadi sumber protein lebih dari telur dan daging ayam, di desa memang tidak setinggi itu dia hanya gantikan mie instan. Sama sayangnya kenapa belum bisa gantikan rokok," tandasnya.

Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan September 2017 jauh lebih besar dibandingkan bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Total masyarakat miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta atau 10,12 persen dari jumlah penduduk.

Ketua BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan sumbangan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2017 tercatat sebesar 73,35 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2017 yaitu sebesar 73,31 persen.

Pada September 2017, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan pada umumnya hampir sama. Beras memberi sumbangan sebesar 18,80 persen di perkotaan dan 24,52 persen di pedesaan.

"Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK 9,98 persen di perkotaan dan 10,70 persen di pedesaan," ujar Kecuk saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (2/1).

Selanjutnya, komoditi bukan makanan yang menyumbang besar untuk garis kemiskinan baik di perkotaan dan pedesaan adalah perumahan (di perkotaan 8,79 persen dan pedesaan 7,36 persen).

"Bensin di perkotaan 4,24 persen dan di pedesaan 3,18 persen, juga listrik di perkotaan 3,84 persen dan di pedesaan 2,04 persen," tandasnya.

Baca juga:
Bos Bappenas beberkan alasan tingginya angka kemiskinan di Papua dan Maluku
Menteri Bambang sebut tak mudah turunkan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen
Kenaikan upah buruh tani hingga inflasi jadi faktor penurunan kemiskinan RI
Anggapan pendidikan tidak penting penyebab kemiskinan masih tinggi di Indonesia
Kisah kemiskinan ibu yang terpaksa tinggal anak baru dilahirkan di RS

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.