Bos Bappenas: Lahan terbatas, apartemen di Jakarta bukan kebutuhan tapi keharusan
Bambang menegaskan, kondisi lahan yang terbatas mengharuskan model hunian beralih ke model rumah vertikal, seperti apartemen maupun rumah susun alias rusun.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyarankan daerah perkotaan seperti Jabodetabek untuk mengembangkan konstruksi hunian berbentuk apartemen. Ini dilakukan karena kurangnya lahan di beberapa kota besar Indonesia.
"Jakarta dan sekitarnya ini tidak bisa lagi landed house ya sudah menjurus misalnya bangunan yang lebih tinggi namanya apartemen ini kita harus sosialisasikan. Menurut saya, apartemen ini bukan lagi luxury (mewah) atau pilihan di Indonesia. Di Jakarta apartemen adalah kebutuhan sudah merupakan keharusan," ungkapnya di Hotel Grand Sahid, Senin (16/4).
Bambang menegaskan, kondisi lahan yang terbatas mengharuskan model hunian beralih ke model rumah vertikal, seperti apartemen maupun rumah susun alias rusun.
"Kotanya memang harus bisa mengakomodir kepadatan, jadi lahan itu harus padat dan maksudnya padat yang harus efisien ya. Jadi setiap 1 m persegi istilahnya itu harus dimanfaatkan seefektif dan produktif mungkin," jelas dia.
Pengembangan hunian berkonsep apartemen juga sebaiknya mulai dikembangkan di kawasan perkotaan yang lain, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Konsep ini jangan hanya berhenti di kota Jakarta nya saja kalau dilihat daftar 10 kota terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk, 5 itu ada di Jabodetabek yang 5 dari 10 kota terbesar menurut jumlah penduduk," tandas dia.
"Jangan sampai nanti ke depan perkembangan Depok, Bekasi, Tangerang dan juga Bogor termasuk Sentul itu basisnya masih yang landed house," tandas dia.
Baca juga:
Pemerintah cari cara sinergikan pemda dalam pembangunan kawasan metropolitan
Bos Bappenas: Investor global butuh mitra lokal untuk berinvestasi di Indonesia
Di forum investasi internasional, Menteri Bambang beberkan kondisi perekonomian RI
Bos Bappenas: Penurunan prevalensi stunting masuk proyek prioritas nasional
Bos Bappenas sebut kemiskinan Sukabumi bagian Selatan masih tinggi