Bos Bappenas: Indonesia Diharapkan Bisa Lepas dari Tekanan Pandemi Covid-19 di 2022
Menurut dia, pembangunan pada 2022 menjadi tahun pemulihan ekonomi dengan cara meningkatkan daya beli dan produktivitas. Caranya, berupaya menuntaskan krisis kesehatan, tidak hanya Covid-19, tetapi juga tuberkulosis di Indonesia.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa mengharapkan Indonesia mulai lepas dari tekanan pandemi Covid-19 pada 2022 mendatang.
"Tahun 2022 diharapkan menjadi tahun pertama yang mulai lepas dari tekanan pandemi Covid-19 dan merupakan tahun kunci bagi pemantapan pemulihan ekonomi," kata Suharso Monoarfa pada pertemuan secara virtual pembahasan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022 dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (19/2).
Menurut dia, pembangunan pada 2022 menjadi tahun pemulihan ekonomi dengan cara meningkatkan daya beli dan produktivitas. Caranya, berupaya menuntaskan krisis kesehatan, tidak hanya Covid-19, tetapi juga tuberkulosis di Indonesia.
Selain itu, pemulihan ekonomi juga didorong dengan adanya pemberian bantuan untuk pemulihan dunia usaha, menjaga daya beli rumah tangga, dan investasi padat karya.
Sementara itu, peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui peningkatan nilai tambah, penguatan ketahanan pangan, pembangunan rendah karbon, dan peningkatan pemerataan infrastruktur serta kualitas layanan digital.
Di sisi lain, reformasi struktural juga diharapkan mendukung percepatan pemulihan ekonomi melalui reformasi sistem kesehatan nasional, perlindungan sosial, serta pendidikan dan keterampilan.
Dalam RKP 2022 ada tujuh prioritas nasional yang sejalan dengan fokus pembangunan bagi industri, pariwisata, ketahanan pangan, UMKM, infrastruktur, transformasi digital, pembangunan rendah karbon, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi pendidikan dan keterampilan.
Investasi Kunci Pertumbuhan
Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, investasi akan menjadi salah satu kunci dalam pemulihan ekonomi pada 2022 karena menciptakan lapangan kerja lebih besar.
Selain investasi, beberapa faktor yang dapat mendorong pemulihan ekonomi adalah ekspor yang kembali membaik dan sektor industri pengolahan yang kembali beroperasi seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas di 2022.
Untuk mencapai target pemulihan 2022, Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata menambahkan pentingnya pendekatan kewilayahan untuk mencapai target pemulihan ekonomi.
Untuk itu, setiap daerah perlu mengkaji potensi masing-masing wilayahnya yang dapat digali atau dioptimalkan.
(mdk/idr)