LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bonus Demografi Indonesia Bakal Habis 2038

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi mengingatkan, bonus demografi Indonesia akan habis pada 2038 mendatang. Kondisi ini akan sangat membahayakan, apalagi Pemerintah Indonesia menargetkan menjadi negara maju di 2045.

2021-04-17 21:30:00
Bonus Demografi
Advertisement

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi mengingatkan, bonus demografi Indonesia akan habis pada 2038 mendatang. Kondisi ini akan sangat membahayakan, apalagi Pemerintah Indonesia menargetkan menjadi negara maju di 2045.

“Bonus demografi kita akan habis 2038. Kalau OECD bilang, ketika kita habis bonus demografinya, tapi kita tidak bisa triple GDP, makannya kita akan terperangkap dalam middle income trap,” ujar Mendag Lutfi dalam webinar MilenialHub 2021, Sabtu (17/4).

Dalam bahan paparannya, Mendag Lutfi menjelaskan, bahwa pemerintah memiliki tiga skenario untuk menjadi negara maju. Skenario tersebut yaitu dasar, tinggi, dan sangat tinggi.

Advertisement

Pada skenario dasar, pertumbuhan ekonomi harus mampu tumbuh 5,1 persen per tahun dan pendapatan per kapita mencapai USD19.794. Dengan demikian, ekonomi Indonesia diharapkan dapat naik ke peringkat 7 secara global.

Selanjutnya

Pada skenario tinggi, perekonomian ditargetkan tumbuh 5,7 persen per tahun, pendapatan per kapita USD23.199, dan menempatkan ekonomi Indonesia peringkat ke 5 di dunia.

Advertisement

Sedangkan pada skenario sangat tinggi, pertumbuhan ekonomi ditargetkan tumbuh 6,4 persen per tahun dan pendapatan per kapita USD28.934. Indonesia diharapkan menjadi peringkat ke-4 dalam ekonomi terbesar di dunia.

“Manufaktur kita saat ini not so bad, tapi untuk bisa ekonomi tinggi 6,4 persen itu kita mesti tumbuh manufakturnya 32 persen andilnya ke GDP,” jelas Lutfi.

Sementara untuk ekspor, diharapkan pertumbuhannya mencapai 7,9 persen dan andilnya terhadap PDB bisa mencapai 54 persen. “Kalau saya proyeksi 8 persenlah untuk ekspor. Makanya ini mesti kita kerjakan banyak macamnya, harus dimulai dari saat ini,” pungkasnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.