BNI prediksi BI kembali naikkan suku bunga acuan 25 bps, ini alasannya
Corporate Secretary and Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto, menyebutkan The Fed atau bank sentral Amerika Serikat akan segera menyelenggarakan The Federal Open Market Committee (FOMC) yang merupakan sidang terakhir mereka di tahun ini. AS terpaksa harus agresif menaikkan suku bunga acuannya untuk meredam inflasi.
Bank Indonesia (BI) diprediksi masih akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis point (bps) menjadi 6 persen di akhir tahun ini. Di mana, pada Oktober, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada angka 5,75 persen.
Corporate Secretary and Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto, menyebutkan The Fed atau bank sentral Amerika Serikat akan segera menyelenggarakan The Federal Open Market Committee (FOMC) yang merupakan sidang terakhir mereka di tahun ini.
"Hampir pasti menaikkan Fractional flow reserve (FFR). Implikasinya sebagian bank-bank sentral di dunia akan ikut menaikkan suku bunga," kata Ryan dalam sebuah acara diskusi di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (7/11).
"Maka Desember kita lihat ada dua kemungkinan, BI tetap menahan atau menaikkan 25 bps jadi 6 persen untuk suku bunga acuan," ujarnya.
Ryan mengungkapkan, AS terpaksa harus agresif menaikkan suku bunga acuannya untuk meredam inflasi di negara Paman Sam tersebut. "Secara teori, ketika ekonomi suatu negara tumbuh dengan baik biasanya diiringi dengan inflasi di negara itu. Upaya menjinakkan inflasi dengan menaikkan suku bunga sehingga orang-orang yang punya duit tidak berproduksi terus, tapi di simpan di bank," ujarnya.
Ryan menyebutkan, The Fed menggunakan jalur suku bunga untuk mengerem inflasi AS yang sudah berada di angka 2 persen. "2 persen angka keramat di Amerika, tidak boleh melampaui itu. Berbahaya untuk negara Amerika. Maka harus djinakkan dengan suku bunga," tutupnya.
Baca juga:
Bank BNI belum naikkan suku bunga deposito dan kredit
CIMB Niaga naikkan bunga KPR dan kredit kendaraan
Kenaikan suku bunga acuan bank sentral perlu agar investor bertahan
Dolar tembus Rp 15.000, BI yakinkan masih aman
Strategi BI naikkan suku bunga acuan atasi pelemahan Rupiah masih terlalu lemah
Menko Darmin akui kenaikan suku bunga acuan BI tekan pertumbuhan RI
Hingga September 2018, BI sudah naikkan suku bunga acuan 150 bps