LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BNI Catat Laba Bersih Rp4,3 Triliun di Kuartal III-2020

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,323 triliun di kuartal III-2020. BNI menegaskan penurunan ini merupakan bagian dari upaya BNI untuk memperkuat fundamental keuangan bank dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang.

2020-10-27 10:39:00
BNI
Advertisement

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,323 triliun di kuartal III-2020. BNI menegaskanpenurunan ini merupakan bagian dari upaya BNI untuk memperkuat fundamental keuangan bank dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang, yakni dengan melakukan pembentukan pencadangan yang lebih konservatif.

"Laba bersih hingga Kuartal III tahun 2020 sebesar Rp4,32 triliun atau turun 63,9 persen (yoy)," kata Direktur Bisnis Konsumer BNI, Corina Leyla Karnalies dalam paparan kinerja BNI kuartal III-2020, Selasa (27/10).

Corina menjelaskan rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio hingga Kuartal III-2020 berada pada level 206,9 persen. Lebih besar dibandingkan Kuartal III-2019 yang sebesar 159,2 persen.

Advertisement

Rinciannya, hingga akhir September 2020, total aset perusahaan tumbuh 12,5 persen year on year (yoy). Pertumbuhan ini utamanya disumbang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 21,4 persen yoy dari Rp580,9 triliun pada kuartal III-2019, menjadi Rp705,1 triliun pada Kuartal III-2020.

"Upaya menghimpun DPK dilakukan dengan menjadikan dana murah (CASA) sebagai prioritas utama yang dimaksudkan untuk dapat terus menekan cost of fund," kata dia.

Saat ini, CASA BNI berada pada level 65,4 persen dengan cost of fund 2,86 persen. Membaik 30 bps dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar 3,24 persen.

Advertisement

"DPK tersebut menopang penyaluran kredit BNI yang tumbuh 4,2 persen (yoy,) dari Rp558,7 triliun pada Kuartal III-2019 menjadi Rp582,4 triliun pada Kuartal 3-2020," kata dia.

Selanjutnya

Namun dalam hal ini, Manajemen lebih berfokus pada perbaikan kualitas aset, salah satunya dengan cara melakukan assessment secara komprehensif dan intens untuk memantau debitur-debitur di tengah pandemi ini.

Perseroan mencatat Pendapatan Bunga Bersih pada Kuartal III-2020 tumbuh negatif yaitu -0,8 persen (yoy). "Namun penurunan tersebut dapat diimbangi dengan upaya penurunan beban bunga yang signifikan sebesar -8,0 persen yoy. Sehingga NIM pada Kuartal III-2020 mencapai 4,3 persen," jelas Corina.

Sementara itu, dari sisi pendapatan non bunga (Fee Based Income), BNI mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,2 persen (yoy). Membaik dibandingkan kuartal II-2020 yang tumbuh 3,2 persen.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.