BLSM, dirut pos nilai pemilik emas & HP belum tentu orang mampu
dia meminta hal tersebut jangan menjadi indikator untuk menilai bahwa BLSM yang disalurkan instansinya tak tepat sasaran
Direktur Utama PT. Pos Indonesia I Ketut Mardjana menyadari ada fenomena penerima dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang memakai perhiasaan emas dan menggengam telepon seluler merk terkenal. Namun, dia meminta hal tersebut jangan menjadi indikator untuk menilai bahwa BLSM yang disalurkan instansinya diterima oleh orang mampu.
"Ponsel sudah menjadi barang biasa saja, kalung emas yang digunakan juga belum tentu asli. Jangan terlalu disoroti, karena bukan ukuran untuk menilai," ucap Ketut ketika ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (5/7).
Terlepas dari itu, Ketut sendiri tidak berani menjamin bahwa penyaluran BLSM secara keseluruhan tepat sasaran. Soalnya, data orang miskin yang menjadi pegangan PT Pos Indonesia dalam menyalurkan BLSM adalah produk lawas. "Dalam dua tahun nasib orang bisa berubah dari miskin menjadi mampu dan sebaliknya, pasti ada satu atau dua kasus yang tidak tepat sasaran. Jadi, janganlah itu menjadi suatu ganjalan," katanya.
Untuk itu, dia menghimbau masyarakat yang merasa sudah mampu tetapi mendapatkan kartu penerima BLSM untuk secara sadar mengembalikan. "Nanti kita berikan kepada yang berhak," katanya.
(mdk/yud)