Blak-blakan Mendag Enggar di balik impor kapas Amerika Serikat
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan Indonesia telah menyatakan komitmen untuk menyerap kedelai dan kapas dari Amerika Serikat. Hal ini merupakan bagian dari diplomasi dagang yang dilakukan oleh RI. Dia mengatakan bahwa dirinya pun telah meminta AS untuk menyerap produk tekstil Indonesia.
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan Indonesia telah menyatakan komitmen untuk menyerap kedelai dan kapas dari Amerika Serikat. Hal ini merupakan bagian dari diplomasi dagang yang dilakukan oleh RI.
"Dalam bahasa yang lebih sederhana, petani Amerika, petani kapas mengalami kesulitan penjualan. Kenapa kita tidak segera ambil dan harga lagi jatuh. Kalau terus didiamkan harga akan drop terus," kata dia saat ditemui, di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (27/9).
"Negara pertama yang datang ke Amerika untuk mengatakan you punya kapas saya ambil, di tengah mereka lagi sulit hanya Indonesia," jelas dia.
Dia mengatakan bahwa dirinya pun telah meminta AS untuk menyerap produk tekstil Indonesia. AS kata dia, menanggapi positif permintaan ini. "Tapi di sisi lain saya bilang you harus serap juga produk kita. Kita impor kapas you impor tekstil dong. Dan mereka lakukan juga yang sama," kata dia.
Dengan demikian, Politisi Nasdem ini berharap negeri Paman Sam itu akan lebih memprioritaskan untuk menyerap produk tekstil yang diekspor dari Indonesia
"Be fair dong. You jangan kasih ke negara lain untuk beli tekstil dan garmen-nya. Dan responnya positif. Mereka bilang pasti. Dan bukan hanya dengan kata-kata kita melakukan mereka juga melakukan," tandasnya.
Baca juga:
Belanja Pemilu bantu topang pertumbuhan ekonomi RI
BI: Defisit neraca perdagangan karena peningkatan impor migas
Jadi pembeli terbesar Boeing, Indonesia minta Amerika beli baja asal RI
Ketersediaan bahan baku jadi kunci dorong ekspor mebel Indonesia
Kemenkeu kaji sektor jasa ekspor bisa dapat tarif PPN nol persen
KEIN sarankan pengembangan industri petrokimia demi bantu hemat devisa
Apindo minta pemerintah transparan masalah pasokan jagung