LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Blak-blakan bos RNI usai dipecat Menteri Rini Soemarno

Kinerja RNI menurun karena Indonesia diserbu gula rafinasi.

2015-05-07 13:16:14
BUMN
Advertisement

Ismed Hasan Putro secara resmi dilengserkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dari kursi direktur utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Pemecatan ini dilakukan karena kinerja Ismed yang dinilai tidak memuaskan karena RNI mengalami kerugian beberapa tahun belakang.

Ismed sendiri mengaku ikhlas tidak lagi dipercaya memegang pucuk tertinggi PT RNI. Dia mengakui kinerja perusahaan tahun 2013 dan 2014 memang menurun. Namun, hal ini terjadi karena banyaknya gula rafinasi yang merembes ke pasar. Sejatinya, gula rafinasi hanya digunakan untuk pabrik saja.

"2012 kinerja kita sangat baik, 2013 dan 2014 menurun karena faktor gula Indonesia yang diserbu gula rafinasi. Tahun 2014 gula rafinasi malah menggantikan gula tebu," kata Ismed ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Kamis (7/5).

Advertisement

Menurut Ismed, perusahaannya yang banyak bergerak dalam penyaluran tebu tidak bisa bersaing dengan gula rafinasi yang dijual lebih murah. Bahkan Ismed tahun lalu selalu berteriak agar pemerintah menahan dan menertibkan gula rafinasi yang masuk pasar karena melanggar aturan yang ada.

"Seluruh BUMN tebu juga merugi. Kalaupun tidak merugi karena ada anak perusahaan mereka bekerja di luar wilayah (tebu)," katanya.

Namun demikian, Ismed tidak akan mempermasalahkan keputusan Rini Soemarno yang memberhentikan dia dari bos RNI.

Advertisement

"Saya sudah ngelawan terus 2014, saya sudah bertempur masa lalu tapi engga penting lagi. Kalau ini enggak jadi bagian referensi ya tidak apa apa. Kan ukuran diangka tapi yasudah ini bagian perjuangan saya. Tuhan tahu mana yang lebih baik buat saya," tutupnya.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melengserkan Ismed Hasan Putro dari kursi direktur utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Pertimbangannya, kinerja perusahaan pelat merah bergerak di bidang agroindustri, farmasi dan distributor alat kesehatan itu jeblok tahun lalu.

"Performa RNI sangat jelek di 2014, oleh karena itu dilihat karena situasi nggak kondusif kemudian diusulkan penggantian," kata Rini di Jakarta, Rabu (6/5).

Sayang, Rini enggan mengungkapkan lebih jauh perihal kepemimpinan Ismed di BUMN produsen kondom itu. Sejauh ini, Kementerian BUMN belum menemukan pengganti Ismed.

"Sekarang sedang diproses asesmen calon-calonnya," ungkapnya. "Setelah dua minggu akan diputuskan."

Ismed diangkat menjadi dirut RNI pada Maret 2012. Kala itu, Kementerian BUMN dipegang Dahlan Iskan. Menilik itu, masa jabatan Ismed seharusnya habis pada 2017.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.