BKPM gandeng BPS tangkal kekisruhan data investasi
Pembaruan data investasi ini dapat menggenjot semakin derasnya dana masuk ke perekonomian dalam negeri.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menciptakan data dan informasi statistik penanaman modal yang akurat dan reliabel. Kerja sama dua instansi ini sudah terjalin sejak lima tahun lalu.
Kepala BKPM, Thomas Lembong, mengatakan pentingnya keakuratan data dalam perekonomian nasional. Ketidakakuratan data membuat kisruh dalam membuat kebijakan. Salah satu contoh kasusnya ialah data pangan.
"Kita baru saja melihat kritisnya keakuratan data, yaitu kisruh data pangan. Suryamin adalah teman bertempur untuk memerangi data yang tidak akurat, seperti data beras dan sapi, dan bahan pangan lainnya," ujar Thomas Lembong saat acara penandatanganan 'Nota Kesepahaman Kerjasama Data dan Informasi Statistik Penanaman Modal' di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (8/8).
Kepala BPS Suryamin menambahkan pembaruan data investasi ini dapat menggenjot semakin derasnya dana masuk ke perekonomian dalam negeri. "Kalau kita pahami ke belakang, kelanjutan dari nota kesepahaman sudah terjalin sejak lima tahun yang lalu. BPS punya sejarah yang lama dengan BKPM," kata Suryamin.
"Mudah-mudahan MOU ini akan semakin mempererat dan menghasilkan data investasi yang menghasilkan," tambah Suryamin.
Laporan: Aisyah
Baca juga:
Investor asal Arab Saudi bangun wisata halal di Lombok
Yordania minta Indonesia tak berhenti perangi terorisme
Temui Jokowi, Menteri Ekonomi Qatar niat tambah investasi
5 Untung rugi investasi di rumah kontrakan
Ini 5 negara paling banyak investasi di RI, pertama Singapura
Realisasi investasi semester I-2016 tembus Rp 298,1 triliun
Menhub Budi buka kesempatan swasta investasi sektor transportasi