Bima Arya Minta Jumlah Bansos Tunai Ditingkatkan
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, mayoritas penerima bansos tunai di kotanya mampu menghabiskan dana hanya dalam waktu dua minggu. Ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh jajarannya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, mayoritas penerima bansos tunai di kotanya mampu menghabiskan dana hanya dalam waktu dua minggu. Ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh jajarannya.
"Kita lakukan data survei, eh mayoritas penerima bansos itu habis uangnya dalam waktu dua minggu. Jadi, uangnya abis dalam waktu dua minggu," ungkapnya dalam webinar bertajuk Bansos Sudah Sampai Mana?, Rabu (3/2).
Bima mengatakan, penggunaan dana bansos tertinggi ialah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi penerima manfaat. Baru kemudian disusul oleh kebutuhan lainnya, termasuk biaya pendidikan.
"Dana (terbesar) digunakan untuk kepentingan konsumsi. Kita lihat kan mana untuk konsumsi, kemudian untuk pendidikan, untuk tabung dan sebagainya," terangnya.
Oleh karena itu, dia meminta porsi penyaluran bansos tunai dapat lebih ditingkatkan ketimbang sembako. Menyusul bansos tunai lebih fleksibel untuk dicairkan oleh penerima manfaat.
"Jadi, saya kira tunai ini bagus. Karena kita menerima banyak sekali persoalan ketika bansos itu diberikan dalam bentuk barang sembako," tambahnya.
Baca juga:
INDEF Pertanyakan Dana Bansos Dipotong Saat Pemerintah Mau Pulihkan Ekonomi
Daftar Bansos yang Masih Dikucurkan dan Disetop Pemerintah Jokowi di 2021
Tim Verifikasi Temukan Penyalahgunaan Penyaluran Bansos Covid-19 di Tasikmalaya
Wagub Sebut Penerima Bansos Tunai di DKI Sebanyak 2 Juta Lebih Kepala Keluarga
Tuai Polemik, Ini 4 Fakta Bansos Ayam Hidup yang Diterima Warga di Cianjur
Penyaluran BST di Ibu Kota Dibatasi untuk Hindari Penyebaran Covid-19