Bikin melongo, aplikasi kencan kaum homo laku sampai Rp 1,2 T
Dana ini akan digunakan perusahaan untuk memperluas pasar kaum homo di seluruh dunia.
Perusahaan permainan daring China, Beijing Kunlun Tech Co., membeli mayoritas saham aplikasi kencan kaum homo Gerindr. Kunlun membayar USD 93 juta atau setara Rp 1,2 triliun.
Dilansir dari CNN Money, Rabu (13/1), Gerindr mengklaim telah memiliki pengakses sebanyak 2 juta kaum homo tiap harinya dari 196 negara. Dana pembelian ini akan digunakan Gerindr untuk mengekspansi pasarnya.
"Investasi ini akan digunakan untuk menggenjot pertumbuhan kita," ujar Pendiri Gerindr, Joel Simkhai.
Juru bicara Beijing Kunlun, Sophie Chen, mengatakan aksi korporasi ini guna mengembangkan pasar di Amerika. Namun, tidak menutup kemungkinan penggarapan China sebagai pemilik penduduk terbesar dunia.
Pemerintah China sendiri tidak menghalangi keberadaan aplikasi kencan kaum homo di negaranya sepanjang mengikuti aturan. Aturan berinternet di China diantaranya melarang penayangan konten pornografi dan penyebaran informasi politik yang sensitif.
Baca juga:
Ini kata Menkominfo soal 'bug' diaplikasi Go-Jek
Pusing pilih antrean tercepat saat belanja? Aplikasi ini solusinya!
Ini 6 bahaya dari celah kerentanan di aplikasi Go-Jek
Programer Indonesia temukan celah berbahaya di aplikasi Go-Jek
Cuma butuh 6 bulan, Apple Musik punya 10 juta pelanggan
Ingin iseng bikin WhatsApp teman error? Ini caranya!
Ini aplikasi yang bisa hentikan kebiasaan merokok