LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Biaya listrik Bandara Soekarno-Hatta tembus Rp 400 M per tahun

PLTG yang dibangun tiga BUMN dapat menghemat biaya listrik hingga Rp 240 miliar.

2016-05-11 13:52:29
bandara soetta
Advertisement

PT Angkasa Pura II telah menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga gas Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) bersama PT Perusahaan Gas Negara dan PT Wijaya Karya (WIKA). Dengan adanya PLTG ini, Angkasa Pura II akan menghemat biaya listrik mencapai Rp 240 miliar dalam setahun.

Presiden Direktur AP II, Budi Karya Sumandi mengatakan, pihaknya menghabiskan dana setidaknya Rp 400 miliar dalam setahun untuk membayar listrik di Bandara Soekarno-Hatta.

"Kita keluarkan Rp 400 miliar dalam setahun untuk listrik. Dengan adanya PLTG ini, kira-kira berkurang jadi kita bayar ke PLN hanya Rp 160 miliar. Nah, sisa Rp 240 miliar nantinya untuk membayar investasi kita sendiri (PLTG)," ujar Budi di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5).

Advertisement

Angkasa Pura II bersama PGN dan Wika akan membangun PLTG dengan kapasitas 60 MW. Kapasitas pembangkit akan terus ditambah dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan terminal 3 ultimate yang akan selesai pada 2017.

"Kita sudah menyiapkan sejumlah tanah, dan jaraknya tidak jauh dari bandara. PLTG akan dibangun di sana. Kita mendapat suplai gas dari PGN yang sekarang posisinya itu ada di Batu Ceper, jadi kurang lebih 7 km," kata dia.

Selain di Bandara Soekarno-Hatta, Angkasa Pura II juga akan membangun PLTG di Bandara Kualanamu, Medan. Kapasitas pembangkit di Sumatera Utara ini diperkirakan hanya 20 MW.

Advertisement

"Kita ada lagi memikirkan di Kualanamu. Tapi sizenya lebih kecil. Di situ 15 MW. Kita sudah bicara dengan Pertagas dan Adhi Karya di sana. Yang sedang kita studi, karena kebutuhan cuma 15 MW. Padahal standar ekonomis yang baik itu sebaiknya 50 MW. Adhi Karya sedang ingin bicara ke Pertamina," pungkas dia.

Baca juga:
Tiga BUMN kerja bareng bangun PLTG pertama untuk bandara
Presiden Jokowi minta gerak cepat bangun Bandara Kulon Progo
Ingin seperti Petronas, Pertamina target sumbang 50 persen minyak RI
Menhub Jonan resmikan terminal bandara di Wakatobi senilai Rp 19 M
Menhub Jonan: Bandara di beberapa daerah sangat ironi dan tak layak

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.