LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI yakin Rupiah akan berbalik menguat, ini faktor pendukungnya

Dia menjelaskan, rebound bisa terjadi dengan adanya sejumlah sentimen global. Di mana, salah satunya, tidak menutup kemungkinan The Fed akan mengeluarkan pernyataan yang bisa mengurangi gejolak dan kekhawatiran yang saat ini tengah terjadi di pasar global.

2018-04-23 18:45:53
Rupiah
Advertisement

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), Rahmatullah, mengatakan Rupiah yang saat ini tengah terpuruk memiliki peluang untuk kembali menguat (rebound) terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Tercatat sejak awal tahun hingga tiga hari lalu, Rupiah telah terdepresiasi hingga 2,23 persen.

"Bisa saja (rebound), namanya juga nilai tukar dan yield itu bergerak sangat fluktuatif artinya bisa naik bisa turun," kata Rahmatullah, di Gedung BI, Jakarta, Senin (23/4).

Dia menjelaskan, rebound bisa terjadi dengan adanya sejumlah sentimen global. Di mana, salah satunya, tidak menutup kemungkinan The Fed akan mengeluarkan pernyataan yang bisa mengurangi gejolak dan kekhawatiran yang saat ini tengah terjadi di pasar global.

Advertisement

Tidak hanya itu, Rahmatullah juga optimistis Rupiah akan rebound dengan meredanya kekhawatiran terkait perang dagang Amerika-China. Dengan demikian, diharapkan The Fed akan kembali mempertimbangkan untuk menahan suku bunga.

"Kita kan sudah melihat beberapa kali yieldnya sudah mau naik 3 persen tapi turun lagi, Dolar AS yang tadi menguat kemudian turun lagi. Jadi ini bisa sangat terbuka kemungkinan bahwa Dolar AS secara global kemudian akan kembali koreksi, kemudian yieldnya tidak jadi tembus 3 persen."

Selain itu, dia mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih memiliki fundamental yang kuat. Selain itu, saat ini pelaku pasar juga telah melakukan langkah-langkah antisipasi atas kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed yang diyakini akan lebih agresif.

Advertisement

Saat ini lembaga pemeringkat internasioal Moody's Investor Service (Moody's) kembali menaikkan rating utang Indonesia. Dalam riset terbarunya, peringkat Sovereign Credit Rating (SCR) Republik Indonesia naik dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil.

Baca juga:
BI soal pelemahan Rupiah: Masih banyak yang lebih parah dari kita
Naiknya harga minyak hingga suku bunga AS bikin Rupiah anjlok
Rupiah dibuka melemah di level Rp 13.908 per USD
Rupiah tembus Rp 13.900 per USD, ini kata BI
Rupiah melemah Rp 13.820 per USD
Menko Darmin soal Rupiah melemah ke Rp 13.900 per USD: Tidak usah terlalu dirisaukan
Rupiah bergerak melemah di level Rp 13.800-an per USD

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.