LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI tegaskan kunjungan bos IMF sudah direncanakan setahun lalu

Indonesia memiliki trauma dengan lembaga pemberi utang internasional tersebut saat tragedi krisis ekonomi 1998.

2015-08-28 21:09:18
IMF
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menegaskan rencana kunjungan petinggi lembaga dana moneter internasional atau IMF sudah direncanakan sejak setahun lalu. Kedatangan Direktur Operasional IMF Christine Lagarde ialah mengisi acara Konferensi Internasional 'The Future of Asia's Finance' pada tanggal 1-2 September 2015.

"Joint seminar Bank Indonesia-IMF ini telah direncanakan sejak setahun yang lalu," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/8).

Menurutnya, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah karena dianggap berhasil keluar dari krisis Asia 1998 dan dapat mempertahankan kinerja ekonominya di tengah ketidakpastian global.

"Konferensi akan dihadiri oleh pimpinan dan pejabat tinggi dari beberapa bank sentral negara anggota IMF, dan yang sudah memberikan konfirmasi kehadiran antara lain Bank Sentral Srilanka, Jepang, Laos, India, dan Kamboja, lembaga think thank, dan pelaku pasar keuangan," tuturnya.

Agus berharap acara ini dapat berkontribusi pada upaya peningkatan pembiayaan investasi infrastruktur sehingga dapat mendukung pelaksanaan program prioritas pembangunan Pemerintah Indonesia.

"Tema 'Tantangan Ekonomi Global dan Implikasinya bagi Para Pembuat Kebijakan' di Asia dipilih mengingat saat ini kawasan Asia sedang mengalami tantangan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya risiko gejolak di sektor keuangan global," jelasnya.

Sebelumnya, selain menghadiri pertemuan para pejabat keuangan se-Asia, Lagarde juga akan menemui petinggi di Indonesia seperti Presiden Joko Widodo dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.

Kunjungan pimpinan lembaga pemberi utang saat krisis ini ke Indonesia bertepatan saat kondisi perekonomian Asia tengah bergejolak hebat. Terutama diakibatkan perlambatan ekonomi China dan ambruknya harga komoditas dunia yang memukul perekonomian dan mata uang Indonesia serta negara berkembang lainnya.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki trauma pada IMF. Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan Dana Moneter Internasional pernah membuat masalah di Indonesia pada 1998.

"Saat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan 2000-2001, saya katakan pada perwakilan IMF di sini, kalian membuat negara kami ini jadi kacau balau," katanya di Jakarta.

Sepintas bantuan IMF kala itu seperti berkah, tapi kenyataan justru sebaliknya. Bantuan utang dengan sejumlah syarat itu malah sangat merugikan perekonomian Indonesia.

Sebut saja Indonesia harus kehilangan cita-cita memiliki pesawat produksi dalam negeri karena dana pengembangan diminta IMF untuk dicabut. Padahal, saat itu, Indonesia telah sukses memproduksi pesawat N-250 milik BJ Habibie.

Selain itu, IMF turut meminta pemerintah tidak lagi memberikan bantuan dana kepada petani. Alhasil predikat swasembada pangan yang pernah disandang Indonesia hilang dan saat ini sulit lepas dari jerat impor.

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.