LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI Target Pertumbuhan Kredit Perbankan Tahun Depan Capai 12 Persen

Sementara, pada akhir tahun ini, pertumbuhan kredit diproyeksi hanya menyentuh angka 8 persen, ditopang dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8 persen.

2019-12-19 18:55:40
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada 2020 sebesar 10 hingga 12 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, ada beberapa faktor pendorong yang membuat kredit diprediksi tumbuh tahun depan.

"Kondisi global yang membaik, perbaikan ekspor, perbaikan investasi dan kebijakan BI yang akomodatif mendorong pertumbuhan kredit sekaligus pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam paparan Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di gedung BI, Kamis (19/12).

Advertisement

Sementara, pada akhir tahun ini, pertumbuhan kredit diproyeksi hanya menyentuh angka 8 persen, ditopang dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8 persen.

Perry melanjutkan, pertumbuhan kredit 8 persen pada tahun ini menunjukkan siklus keuangan Indonesia masih di bawah optimal. "Permintaan kredit belum kuat, meski dari sisi supply, likuiditas atau kapasitas perbankan sudah ada perbaikan," ujar Perry.

Ke depan, perbankan diprediksi lebih siap dalam menyalurkan kredit sehingga permintaan kredit akan meningkat pula.

Advertisement

Kredit Macet Meningkat

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui rasio kredit bermasalah (NPL/non performing loan) perbankan dalam negeri mengalami peningkatan di saat penyaluran kredit melambat.

Sesuai dengan Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Desember 2019, NPL perbankan pada Oktober meningkat jadi 2,73 persen (gross) dan 1,25 persen (nett).

"NPL memang secara gross dan nett kami pandang masih rendah, ternyata grossnya ini sedikit meningkat tapi nettnya tetap rendah," ujar Perry di Gedung BI, Kamis (19/12).

Perry menerangkan, meningkatnya NPL gross disebabkan dengan kondisi perusahaan yang masih belum mau melakukan ekspansi.

"Tapi, dengan NPL nett yang masih rendah, dipastikan perbankan membentuk cadangan yang cukup untuk resiko NPL ini," imbuh Perry.

Sebagai informasi, NPL pada Oktober 2019 meningkat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,66 persen (gross) atau 1,18 persen (net). NPL pada Oktober 2019 juga merupakan posisi tertinggi sepanjang 2019.

Sementara, penyaluran kredit juga tumbuh melambat pada Oktober 2019, yakni hanya 6,53 persen. Sebelumnya, pertumbuhan kredit berada di angka 7,89 persen.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.