LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI siap sesuaikan suku bunga acuan hadapi penguatan kurs Dolar AS

Bank Indonesia (BI) yakin Indonesia akan berhasil melewati tekanan penguatan kurs Dolar saat ini dengan baik. Bermodal dengan perekonomian yang tetap tumbuh berkesinambungan dan stabil. Kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia tercermin dari data realisasi pertumbuhan PDB triwulan IV 2017, serta triwulan I 2018.

2018-05-09 20:49:22
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) yakin Indonesia akan berhasil melewati tekanan penguatan kurs Dolar saat ini dengan baik. Bermodal dengan perekonomian yang tetap tumbuh berkesinambungan dan stabil.

Gubernur BI, Agus Martowardojo, mengatakan kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia tercermin dari data realisasi pertumbuhan PDB triwulan IV 2017, serta pertumbuhan PDB triwulan I 2018 sebesar 5,06 persen (yoy), yang tetap stabil, kuat, dengan struktur ekonomi yang lebih baik.

Menurutnya, permintaan domestik yang meningkat pada triwulan I 2018 juga didukung oleh investasi yang naik dan konsumsi swasta yang tetap kuat. Sementara itu, kestabilan inflasi tetap terjaga pada level rendah sesuai target 3,5 persen +/- 1 persen.

Advertisement

"Pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2018 merupakan capaian tertinggi di pola musiman triwulan I sejak tahun 2015," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (9/5).

Bank Indonesia, lanjutnya, juga tengah mempersiapkan langkah kebijakan moneter yang tegas dan akan dilakukan secara konsisten, termasuk melalui penyesuaian suku bunga kebijakan 7-day Reverse Repo Rate dengan lebih meprioritaskan pada stabilisasi. "Hal ini untuk memastikan keyakinan pasar dan kestabilan makro ekonomi nasional tetap terjaga," tuturnya.

Untuk menjaga kesinambungan pemulihan ekonomi, Bank Indonesia juga tengah terus menempuh langkah-langkah stabilisasi yang diperlukan termasuk terus melanjutkan intervensi di pasar valuta asing secara terukur, stabilisasi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), dan mengoptimalkan berbagai instrumen operasi moneter valas dan Rupiah, termasuk membuka lelang Forex Swap untuk menjaga ketersediaan likuditas Rupiah dan menstabilkan suku bunga di pasar uang untuk memastikan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah terkelola dengan baik.

Advertisement

Agus menceritakan pelemahan Rupiah yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir merupakan dampak dari menguatnya Dolar AS secara berskala luas (broadbased) terhadap seluruh mata uang, sehubungan dengan semakin solidnya ekonomi AS di tengah lambatnya pemulihan ekonomi di berbagai kawasan.

Nilai tukar Rupiah secara year to date (ytd) per 8 Mei 2018 melemah 3,44 persen terhadap kurs Dolar AS. Sedangkan, Peso Filipina melemah 3,72 persen, Rupee India 4,76 persen, Real Brasil 6,83 persen, Rubel Rusia 8,93 persen, dan Lira Turki 11,51 persen. Tekanan pada nilai tukar mata uang negara-negara maju lainnya juga besar.

"Indonesia telah mengalami beberapa tekanan yang cukup besar seperti saat ini dalam lima tahun terakhir sejak bank sentral AS melakukan program tapering off di tahun 2013."

Baca juga:
Ekonom soal pelemahan Rupiah sentuh Rp 14.000: Pasar melihat sudah seperti 1998
Menko Darmin soal pelemahan Rupiah: Cadangan devisa turun bukan bencana
Rupiah melemah terlalu lama, Menko Darmin sebut BI hampir pasti naikkan suku bunga
Menko Darmin pastikan penguatan kurs Dolar saat ini berbeda dengan krisis 1998
Kurs Dolar tembus Rp 14.000, BI sebut pelemahan hanya sementara
Rupiah melemah Rp 13.820 per USD
Nilai tukar USD menguat buat harga minyak dunia anjlok

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.