LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI Sebut Perlambatan Ekonomi Mulai Terjadi Sejak Maret 2020

Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan ekonomi terjadi sejak triwulan II-2020. Secara bulanan, penurunan perekonomian nasional dimulai sejak Maret 2020.

2021-01-27 13:29:12
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan ekonomi terjadi sejak triwulan II-2020. Secara bulanan, penurunan perekonomian nasional dimulai sejak Maret 2020.

"Penurunan tajam pertumbuhan ekonomi terjadi pada triwulan II 2020, meskipun secara bulanan penurunan telah terjadi sejak Maret 2020," tulis Bank Indonesia dalam Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2020 yang diluncurkan Rabu, (27/1).

Pada triwulan I-2020, pertumbuhan ekonomi nasional melambat menjadi 2,97 persen (yoy). Perekonomian nasional pun mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen pada triwulan II-2020. Lalu pada triwulan III-2020, perekonomian nasional kembali mengalami kontraksi sebesar 3,49 persen.

Advertisement

Penurunan pendapatan dan transaksi ini terjadi akibat mobilitas yang terbatas dan menyebabkan konsumsi rumah tangga turun signifikan pada semester pertama.

Kegiatan investasi juga turun tajam akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga beberapa proyek konstruksi baik pemerintah maupun swasta tertunda.

Konsolidasi yang dilakukan korporasi seiring lemahnya permintaan domestik mengakibatkan rencana investasi korporasi tertunda.

Advertisement

Selanjutnya

Sementara itu, realisasi belanja pemerintah masih terbatas pada semester I 2020. Ini terjadi akibat adanya hambatan dalam realisasi anggaran. Sehingga mengakibatkan dorongan belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga terbatas.

Di sisi ekspor, kinerja hampir seluruh ekspor barang terdampak oleh pelemahan permintaan negara tujuan. Meskipun demikian, kinerja beberapa komoditas ekspor manufaktur masih tercatat membaik sejalan dengan pemulihan permintaan dari China yang lebih cepat.

Ekspor jasa juga terkontraksi sangat dalam akibat penurunan jumlah wisatawan mancanegara (wisman). Terutama dari Tiongkok dan Eropa, karena penyebaran virus dan pembatasan wisman masuk ke Indonesia.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.