BI sebut pariwisata RI bisa jadi sumber baru pendanaan masyarakat
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengatakan perlambatan ekonomi di Indonesia dipengaruhi dinamika yang terjadi di eskternal maupun domestik. Sehingga, cukup menyebabkan penurunan harga komoditas dunia yang cukup signifikan.
Peningkatan daya saing industri pariwisata diyakini mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Bahkan, melalui industri ini mampu menjadi jalan keluar sumber pendanaan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengatakan perlambatan ekonomi di Indonesia dipengaruhi dinamika yang terjadi di eskternal maupun domestik. Sehingga, cukup menyebabkan penurunan harga komoditas dunia yang cukup signifikan.
"Pariwisata potensi besar bagi kehidupan masyarakat tetapi belum berkembang secara maksimum, baru di Bali dan Jogjakarta. Kami percaya pariwisata akan menjadi income masyarakat yang potensial dan berkembang dengan baik," ujar Mirza di kantornya, Jakarta, Senin (24/10).
Untuk mendorong industri pariwisata, pemerintah telah menetapkan 4 destinasi wisata di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) sebagai prioritas pengembangan 10 (sepuluh) destinasi wisata Indonesia. Hal tersebut merupakan peluang untuk meningkatkan kinerja pariwisata di daerah.
"Pelestarian budaya dapat kembangkan pariwisata, sehingga devisa masuk bisa ditarik stabilitas dari kurs," kata Mirza.
Mirza menegaskan, perlu adanya komitmen dari masyarakat untuk dapat mengembangkan industri pariwisata. Untuk itu, Bank Indonesia mampu memberikan edukasi terhadap masyarakat dalam mensosialisasikan sektor pariwisata.
"Indonesia ini namanya sumber daya alam, batubara, nikel, timah suatu saat akan habis, ya tidak habis adalah manusia. Sehingga, kalau maju maka manusia harus diedukasi dinaikkan levelnya," jelasnya.
Bahkan, Bank Indonesia memberikan beasiswa kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian untuk sarana peningkatan partisipasi di tengah masyarakat melalui berbagai upaya kerjasama dan kemitraan strategis dengan beberapa elemen masyarakat lainnya.
"Saat ini outstanding mahasiswa 3.120, itu 84 perguruan negeri tinggi. Pemberian beasiswa ini biasa tiap kota perwakilan Bank Indonesia," pungkasnya.
Baca juga:
Garuda Indonesia buka rute Jakarta-Labuan Bajo, ini harga tiketnya
Setelah Bus di Prancis, Ada Taksi Wonderful Indonesia London
2019, Indonesia Ditargetkan Jadi Kiblat Wisata Halal Dunia
Pesona TN Alas Purwo: Saat keindahan alam, mitos & mistis jadi satu
Penyu bertelur di Sukomade jadi buruan kamera turis asing
Goa Istana Alas Purwo, tempat wisata para spritualis
Usai ditangkap, Anggota DPRD sempat diperiksa KPK di Polres Kebumen