LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI sebut neraca perdagangan RI surplus akibat membaiknya harga komoditas

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2017 mengalami surplus sebesar USD 1,72 miliar. Surplus tersebut berasal dari total nilai ekspor sebesar USD 15,21 miliar dan total nilai impor sebesar USD 13,49 miliar.

2017-09-15 11:28:51
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2017 mengalami surplus sebesar USD 1,72 miliar. Surplus tersebut berasal dari total nilai ekspor sebesar USD 15,21 miliar dan total nilai impor sebesar USD 13,49 miliar.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dodi Budi Waluyo mengatakan surplus sebesar USD 1,72 miliar disumbang oleh pertumbuhan ekspor yang semakin baik. Di mana, pertumbuhan ekspor tersebut merupakan dampak dari harga komoditas yang cukup baik beberapa waktu belakangan.

"Neraca perdagangan keliatannya akan surplus USD 1,7 miliar. Karena ekspor tumbuh cukup baik karena dampak dari pada harga komoditi masih cukup baik," ujar Dody saat ditemui Di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (15/9).

Selain naiknya ekspor, surplus neraca perdagangan juga didukung oleh menurunnya impor yang dilakukan oleh pemerintah setelah Lebaran. "Impornya pengaruh turun, setelah bulan lalu lebaran. Impor konsumsi memang tinggi karena terkait hari raya lebaran," jelas Dodi.

Ke depan, Impor barang modal dan investasi diperkirakan masih akan sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah sehingga tidak akan memberi berpengaruh kepada menurunnya investasi. Hal ini juga cerminan bahwa perekonomian masih tumbuh dengan baik.

"Impornya pengaruh turun, setelah bulan lalu lebaran. Impor konsumsi memang tinggi karena terkait hari raya lebaran. Impor barang modal dan investasi itu masih akan inline. Jadi tidak terpengaruh kedepan investasi akan berkurang atau seperti apa. Itu cerminan ekonomi kita masih tumbuh," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Agustus 2017, Rupiah melemah terhadap seluruh mata uang dunia
Neraca perdagangan RI surplus USD 1,72 miliar di Agustus 2017, terbesar sejak 2012
BPS catat impor Agustus 2017 turun 2,88 persen
Sri Mulyani kecewa masih ada pegawai pajak yang bisa disuap
Agustus 2017, BPS catat ekspor meningkat 11,73 persen
Harga minyak naik didorong stok AS menurun

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.