LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI: Rupiah menguat karena ada dana asing masuk capai Rp 33 T

Aliran dana yang masuk ke dalam negeri lebih banyak masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN).

2016-02-18 18:44:38
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia mencatat pada awal tahun ini aliran modal asing yang masuk ke Indonesia mencapai Rp 33 triliun. Artinya iklim investasi di Indonesia semakin membaik terutama membuat nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat.

Gubernur BI Agus Martowardojo, mengatakan aliran dana yang masuk ke dalam negeri lebih banyak masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN). Sedangkan, capital inflow di pasar modal masih negatif. Itulah yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada 2015.

"Dari 1 Januari sampai dengan sekarang, itu dana masuk ke Surat Berharga Negara (SBN) maupun saham itu tercatat Rp 33 triliun ke Indonesia," ujar dia di kantornya, Jakarta, Kamis (18/2).

Advertisement

Menurut Agus, masuknya dana asing dikarenakan risiko pasar keuangan global yang semakin mereda, dan persepsi positif terhadap ekonomi domestik, yang tercermin pada inflasi yang terkendali dan defisit transaksi berjalan yang terus membaik.

Ke depan, untuk tahun ini Agus merasa optimistis arus masuk dana asing terus deras mengalir ke dalam negeri. Setidaknya di sisi Rupiah bergerak stabil dengan tren menguat.

Selama kuartal IV-2015, Rupiah menguat sebesar 6,27 persen ke level Rp 13.785 per USD. Pada Januari rupiah menguat 0,1 persen dan ditutup di level Rp 13.775 per USD. Bahkan di Februari, Dolar bisa mencapai kisaran Rp 13.300 dan hari ini Rp 13.400 per USD.

Advertisement

"Ini menunjukan bahwa para pemilik dana di luar melihat prospek ekonomi Indonesia tidak membuat khawatir, sehingga mereka siap untuk masuk ke negara dengan makro ekonomi yang punya daya tahan yang baik," pungkas dia.

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.