LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI Prediksi Pertumbuhan Kuartal II-IV 2020 Sebesar 0,4, 1,2 dan 3,1 Persen

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19. Perry meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik pada tahun 2021 dengan memperkirakan puncak penyebaran virus ada di bulan April, Mei dan pertengahan Juni.

2020-05-06 14:10:58
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19. Perry meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik pada tahun 2021 dengan memperkirakan puncak penyebaran virus ada di bulan April, Mei dan pertengahan Juni.

"Asumsi yang kami sampaikan bahwa peak PSBB yaitu bulan April, Mei dan pertengahan Juni," kata Perry di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

Sehingga berbagai kebijakan pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hanya berlaku di bulan-bulan tersebut. Penerapan PSBB ini juga akan berlangsung di 70 persen wilayah ekonomi Indonesia.

Advertisement

Dari pola tersebut dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dunia yang diprediksi -3,2 persen, maka Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada Q2 tahun 2020 sebesar 0,4 persen. Lalu pada Q3 naik menjadi 1,2 persen dan pada Q4 sebesar 3,1 persen. "Ini perkiraan kami ke depan," kata Perry.

Maka dari itu, Perry menyimpulkan kebijakan PSBB dan mobilitas manusia memang berdampak pada pendapatan masyarakat. Baik itu konsumsi masyarakat, produksi, investasi dunia usaha hingga aktivitas ekspor-impor.

Namun, stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah dapat mengurangi dampak terburuk. Termasuk kebijakan restrukturisasi dunia usaha dan dukungan Bank Indonesia yang memberikan stimulus moneter.

Advertisement

Sehingga Perry optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II akan lebih baik. "Insyaallah itu akan kurangi dampak dari Covid-19, Kedepannya lebih baik," kata Perry mengakhiri.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Tak Sampai 2,3 Persen

Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 lebih rendah dari 2,3 persen. "Sehingga secara keseluruhan semula prediksi kami 2,3 persen, tentu saja akan sedikit lebih rendah dari 2,3 persen dari realisasi di Q1 yang ternyata lebih rendah," papar Perry.

Namun, Perry optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2021 berkisar 6,6 persen sampai 7,1 persen. Hal ini bisa terjadi jika defisit fiskal 3-4 persen.

BI mengingatkan program pemulihan ekonomi juga harus ditempuh setelah wabah berakhir. Perry menjelaskan, jika pertumbuhan ekonomi pada 2020 hanya 2,3 persen, lalu pada 2021 sebesar 6,6 persen, maka dalam dua tahun pertumbuhan ekonomi menjadi 8,9 persen.

Padahal, sebelum Covid-19 pertumbuhan ekonomi tahun ini di angka 5,1-5,2 persen dan pada 2021 sebesar 5,3 persen. Jika dijumlahkan dalam dua tahun pertumbuhan ekonomi tanpa Covid-19 sebesar 10,4 persen.

"Perbedaan 2 tahun ini menunjukkan dampak Covid-19 pada 2022 akan kembali kepada tren jangka panjang karena faktor base efek sudah hilang dan bisa tumbuh 5,4 persen," kata Perry.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.