BI prediksi kebutuhan uang tunai libur akhir tahun capai Rp 94 T
BI prediksi kebutuhan uang tunai libur akhir tahun capai Rp 94 T. Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah tersebut melonjak 3-10 persen atau dari sebelumnya sebesar Rp 85,6 triliun. BI juga menyebut faktor serapan anggaran juga mempengaruhi kebutuhan akan uang.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Bank Indonesia terus melakukan persiapan dalam memenuhi ketersediaan Rupiah di masyarakat. Hal ini guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang pada momen tersebut.
Deputi Direktur Departemen Pengendalian Uang BI, Yudi Harimurti, mengatakan kebutuhan uang pada liburan akhir tahun ini diperkirakan mencapai Rp 88 triliun - Rp 94 triliun. Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah tersebut melonjak 3-10 persen atau dari sebelumnya sebesar Rp 85,6 triliun.
"Jadi itu perkiraan uang yang akan ditarik di periode Desember, termasuk Natal dan Tahun Baru," ujarnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (21/12).
Tidak hanya mempertimbangkan faktor akhir tahun dan jadwal libur yang panjang, pihaknya juga menyebut faktor serapan anggaran juga mempengaruhi kebutuhan akan uang.
"Ada relaksasi anggaran pemerintah pusat dan Pemda, kemudian ada uang Rupiah baru tentu ini menyumbang keinginan masyarakat memiliki uang tunai. Selain itu ada penambahan titik dan frekuensi penukaran uang baik yang dilakukan BI maupun kerjasama dengan perbankan," pungkasnya.
Baca juga:
Ini penjelasan BI gambar Cut Meutia di uang baru tak berhijab
Uang baru disebut mirip Yuan, BI berkilah semua warna di dunia sama
BI: Kalau mau dimirip-miripin, Rupiah baru lebih mirip Euro
Ini alasan BI watermark Cut Meutia ada di uang baru Rp 1.000 & 5.000
BI bantah ada perusahaan lain cetak uang RI selain Peruri
Fakta mengejutkan soal Rupiah baru hingga disebut mirip Yuan
Bantahan BI soal Rupiah baru disebut mirip Yuan