BI prediksi inflasi 2013 tak lebih dari 8,5 persen
Agus optimis, tren inflasi akan kembali ke rentang semula yakni di kisaran 4,5 persen plus minus 1 persen.
Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi 2013 akan berada di bawah proyeksi yakni 9-9,8 persen. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan bank sentral optimis inflasi akan berada di bawah angka 8,5 persen.
"BI juga bersyukur inflasi itu tetap terkendali dan selama dua bulan terakhir sudah kembali ke kondisi normal dan bahkan lebih baik dibandingkan sebelumnya," kata Agus di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (27/12).
Melihat tren inflasi dalam beberapa bulan terakhir ini, Agus optimis, tren inflasi akan kembali ke rentang semula yakni di kisaran 4,5 persen plus minus 1 persen. "Untuk tahun depan, 2014, diharapkan sudah kembali ke 4,5 persen plus minus 1 persen," tutur Agus.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan, untuk bulan Desember, BI memproyeksi besaran inflasi masih akan berada di bawah 0,5 persen. Optimisme BI ini didukung hasil survei bank sentral yang mendapati inflasi pekan ke-3 Desember 2013 berada pada level 0,36 persen.
"Prediksi kami, inflasi secara bulanan atau month to month akan di bawah 0,5 persen. Kecil," ujar Perry.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 22 Juni 2013 lalu, sangat signifikan berpengaruh terhadap inflasi. Meski sempat mengalami deflasi 0,03 persen pada bulan Mei, kenaikan harga BBM bersubsidi mendongkrak inflasi bulan Juni hingga 1,03 persen.
Pada Juli, inflasi secara bulanan menembus angka 3,29 persen, terdongkrak oleh Ramadan dan libur sekolah. Per Agustus, inflasi berada di angka 1,12 persen akibat Hari Raya Idul Fitri yang menyebabkan konsumsi masyarakat meningkat.
Pada bulan September terjadi deflasi 0,35 persen, dan terlihat inflasi akibat kenaikan harga BBM sudah memudar. Bulan Oktober inflasi berada di angka yang rendah yakni 0,09 persen.
(mdk/bim)