LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI pede pertumbuhan ekonomi Indonesia lampaui proyeksi Bank Dunia

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7 persen.

2015-07-09 09:16:35
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) menyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5 persen. Prediksi tersebut lebih tinggi dari proyeksi Bank Dunia, di mana pertumbuhan perekonomian Indonesia hanya 4,7 persen.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo‎ mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada pada kisaran 5 persen sampai 5,4 persen. Walaupun, target pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan ialah 5,7 persen.

"Bank Indonesia masih meyakini pertumbuhan ekono‎mi ada di kisaran 5 persen-5,4 persen. Walaupun kita ikuti sekarang kan 8 Juli, ternyata kinerja pada kuartal II tidak terlalu menggembirakan," ungkapnya di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (8/7) malam.

Dia menjelaskan, saat ini penyokong pertumbuhan ekonomi adalah realisasi belanja pemerintah dan investasi. Pasalnya, komoditi ekspor tidak akan membantu banyak. Hal ini diperparah dengan daya beli masyarakat yang tengah lesu.

"Supaya sepanjang tahun bisa mencapai 5 persen-5,4 persen tentu di semester dua (realisasi belanja pemerintah dan investasi) harus tinggi," tutupnya.

Sebelumnya, Bank Dunia menilai penyerapan anggaran belanja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di paruh awal tahun ini berjalan lamban. Bahkan, terbilang rendah jika dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop mengatakan, hingga Mei 2015, belanja modal pemerintahan Jokowi baru mencapai Rp 17 triliun atau enam persen dari anggaran belanja modal tahun ini. Jumlah itu lebih rendah dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 20 triliun atau 9,5 persen.

"Ini sudah setengah tahun berjalan, tapi belanjanya mengkhawatirkan. Seharusnya penyerapan belanja tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Ndiop di Kantornya, Jakarta.(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.