LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI Pastikan Kondisi Perbankan di Indonesia Masih Positif

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) Bank Indonesia (BI) Firman Mochtar memastikan, kondisi perbankan di Indonesia masih kuat. Hal ini menanggapi tutupnya 3 bank raksasa di Amerika Serikat (AS), yakni Silicon Valley Bank, Silvergate Bank dan Signature Bank.

2023-03-19 12:00:00
Perbankan
Advertisement

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter (DKEM) Bank Indonesia (BI) Firman Mochtar memastikan, kondisi perbankan di Indonesia masih kuat. Hal ini menanggapi tutupnya 3 bank raksasa di Amerika Serikat (AS), yakni Silicon Valley Bank, Silvergate Bank dan Signature Bank.

"BI tetap akan mencermati dampaknya. Terutama mewaspadai pengaruh ekspektasi yang bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi, khususnya di jalur finansial," kata Friman, Minggu (19/3).

Tercatat, dari sisi permodalan perbankan kuat dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio /CAR) sebesar 25,88 persen pada Januari 2023. Sementara itu dari sisi risiko kredit juga terkendali, tercermin dari rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan /NPL) yang rendah 2,59% (bruto) dan 0,76 persen (neto) pada Januari 2023.

Advertisement

Likuiditas perbankan pada Februari 2023 terjaga didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,18 persen (yoy). Untuk itu, BI melakukan studi uji hingga stress test menarik seberapa kuat ketahanan ekonomi dalam negeri dari berbagai indikator.

"Kita memang ingin membangun ekspektasi baik sejak awal. Jika semua panik makan akan bermasalah. Semua menjadi perhatian Pemerintah dalam memitigasi impact secara berlebihan, dan penempatan dana ke negara berkembang termasuk Indonesia. Dari sisi moneter tentu terus mitigasi di pergerakan rupiah maupun pasar valas," imbuhnya.

Firman juga memastikan bahwa penutupan 3 bank AS tidak berpengaruh besar ke Indonesia. "Kami memandang dampak rambatannya tidak besar karena eksposur kita ke sana enggak banyak," tandasnya.

Advertisement

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Maret 2023 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75 persen. Suku bunga Deposit Facility juga tetap pada level 5,00 persen, dan suku bunga Lending Facility ada di 6,50 persen.

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 15 sampai 16 Maret memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) pada level 5,75 persen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Kantornya, Kamis (16/3).

Keputusan ini tetap konsisten dengan stance kebijakan moneter pre-emptive dan forward looking untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

Bank Indonesia meyakini, penetapan suku bunga acuan 5,75 persen ini memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada dalam kisaran 3,0 plus minus 1 persen pada semester I 2023. Sehingga, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) kembali ke dalam sasaran 3,0 plus minus 1 persen pada semester II 2023.

Baca juga:
Ekonomi Dunia Masih Bergejolak, BI Pastikan Indonesia Tak akan Seperti Sri Lanka
Heboh Nasabah Marah-Marah, Begini Tanggapan BTN
Suku Bunga Kredit Bank Bisa Turun, Ini Syaratnya Menurut OJK
Nixon LP Napitupulu Diangkat Jadi Direktur Utama BTN
Runtuhnya Bank di AS Beri Masalah Besar di Perbankan Eropa, Termasuk Credit Suisse
BI Optimis Ekonomi Global Tumbuh 2,6 Persen, Meski 3 Bank Raksasa AS Kolaps

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.