BI nilai industri keuangan syariah masih kekurangan SDM berkualitas
Pasokan SDM berkualitas masih di bawah kebutuhan industri keuangan syariah.
Bank Indonesia menilai industri keuangan syariah di Tanah Air berkembang pesat. Kendati demikian, perkembangan itu masih harus diimbangi dengan penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Hendar menilai pasokan SDM berkualitas masih di bawah kebutuhan industri keuangan syariah. Untuk mendapatkan pekerja berkualitas sedikitnya membutuhkan tiga prasyarat.
Yakni, pengajaran ekonomi syariah harus relevan dengan tantangan terkini. Sehingga pekerja siap bersaing dan dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Lalu, program pengembangan berbasis teknologi. Mengingat, banyak startup atau perusahaan rintisan berbasis teknologi sudah memanfaatkan keuangan syariah.
"Menurut hemat saya, lulusan ekonomi syariah perlu menguasi pengetahuan di bidang teknologi di level tertentu mengingat industri lulusan ekonomi syariah perlu menguasai pengetahuan di bidang teknologi di level tertentu mengingat industri keuangan saat ini menggunakan teknologi secara masif," ujar Hendar di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (13/5).
Kemudian, penetapan platform kerja sama antarinstitusi pendidikan, baik global maupun domestik.
"Dengan dukungan teknologi, kerja sama antara pihak yang berbeda dapat dilakukan dengan lebih mudah."
(mdk/yud)