LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI khawatir surplus neraca perdagangan kuartal I hanya sementara

BI melihat kinerja impor kecenderungannya justru membengkak saat kuartal II dan III.

2014-05-05 09:30:00
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) mewaspadai kinerja ekonomi pada kuartal II dan III mendatang. Sebab, berdasarkan siklus musiman, pada periode tersebut kinerja impor biasanya akan membengkak.

Ini menanggapi data kinerja neraca perdagangan Maret 2014 yang tercatat surplus sebesar USD 673,2 juta.  "Neraca perdagangan pada Februari dan Maret surplus. Namun, yang harus kita waspadai adalah kuartal II dan III karena aktivitas ekonomi di kuartal I sustain-nya itu biasanya lebih rendah dari kuartal II dan III," ujar Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Gedung BI, Jakarta.

Menurutnya, apabila tidak ada peningkatan ekpor yang signifikan, maka kondisi itu akan berpotensi membuat defisit neraca perdagangan yang tinggi. "Pada kuartal I biasanya aktivitas ekonomi baru dimulai pada bulan Januari atau Februari, sehingga baru berjalan optimal pada bulan Maret. Pada bulan April, aktivitas ekonomi akan cenderung melaju dan impor pun mulai besar," jelas dia.

Advertisement

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan pada Maret 2014 mengalami surplus sebesar USD 673,2 juta. Ini disebabkan ekspor Indonesia yang mencapai USD 15,21 miliar sementara impor sebesar USD 14,54 miliar.

Secara kumulatif Januari-Maret 2014, neraca perdagangan mencetak surplus sebesar USD 1,072 miliar, yang didapat dari ekspor sebesar USD 44,32 miliar, sementara impornya sebesar USD 43,25 miliar.

Namun, untuk neraca perdagangan migas masih mengalami defisit USD 1,363 miliar. Ini  disebabkan perdagangan minyak mentah mengalami defisit sebesar USD 547 juta, perdagangan hasil minyak juga mengalami defisit sebesar USD 2,035 miliar.

Advertisement

Baca juga:
Menteri Perdagangan sumringah impor migas triwulan I 2014 turun
Mendag: Bahan kimia dan otomotif akan jadi tren ekspor ke depan
Tak ada kilang baru, perdagangan sektor migas konsisten defisit
Diversifikasi energi bisa selamatkan neraca dagang RI
Triwulan I-2014, laba bruto Indofood naik 14,2 persen

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.