LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI: Ekonomi global membaik, pertumbuhan capai 6,8 persen di 2014

Kinerja ekspor mulai membantu mendorong angka pertumbuhan ekonomi tahun depan.

2013-06-20 14:46:00
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi di tahun 2014 akan berada di level 6,4 hingga 6,8 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh membaiknya pertumbuhan ekonomi Amerika sehingga akan berdampak pada membaiknya kinerja ekspor impor Indonesia.

"Di tahun 2014 kami proyeksinya ekonomi nasional akan mengalami perbaikan, hal ini seiring dengan membaiknya ekonomi global terutama Amerika Serikat," ujar Agus dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/6).

Perbaikan ekonomi global, lanjutnya, memberi sentimen positif bagi perekonomian Indonesia. Hal ini ditandai dengan tingginya permintaan domestik sehingga secara otomatis akan meningkatkan tingkat daya beli masyarakat.

Advertisement

"Jika daya beli meningkat, maka akan dorong pasar ekspor dan impor kita," tegas dia.

Sementara itu, kata dia, nilai tukar rupiah sendiri akan bergerak di level Rp 9.500 hingga Rp 9.700 per USD. Menurut dia, kestabilan nilai tukar terutama didukung oleh membaiknya Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan prospek perbaikan di neraca transaksi berjalan dengan dipengaruhi kenaikan harga BBM bersubsidi.

Faktor lain yang membuat nilai tukar stabil adalah adanya upaya Bank Indonesia (BI) dalam memperdalam pasar uang valas.

Advertisement

Sedangkan inflasi 2014, Agus memperkirakan akan berada pada level 4,5 ± 1 persen. "Kenaikan inflasi hanya bersifat sementara di awal tahun 2014 akan ada penyesuaian sebelum kenaikan BBM," kata dia.

Untuk menjaga inflasi, BI akan melakukan koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dengan tujuan memantau harga dan distribusi pangan di berbagai daerah. "Kerjasama dengan TDIP akan mempermudah kita untuk mengendalikan masalah pangan," pungkas dia.

(mdk/bmo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.