LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI Catat Uang Beredar Pada Mei 2021 Rp 6.994,9 Triliun

Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2021 tetap tumbuh terjaga. Total uang beredar hingga Mei 2021 sebesar Rp 6.994,9 triliun.

2021-06-22 11:10:35
Rupiah
Advertisement

Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Mei 2021 tetap tumbuh terjaga. Total uang beredar hingga Mei 2021 sebesar Rp 6.994,9 triliun.

"Posisi M2 pada Mei 2021 sebesar Rp6.994,9 triliun atau tumbuh 8,1 persen, (yoy)," kata Kepala Departemen Komunikasi, Bank Indonesia, Erwin Haryono, Jakarta, Selasa (22/6).

Erwin mengatakan pertumbuhan ini sedikit menurun dari yang sebelumnya tumbuh 11,5 persen pada April 2021 menjadi 8,1 persen pada Mei 2021. Perlambatan terjadi pada mayoritas komponen uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi.

Advertisement

Pertumbuhan M1 pada Mei 2021 sebesar 12,6 persen (yoy). Lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan April 2021 sebesar 17,4 persen (yoy). Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 6,8 persen (yoy) pada Mei 2021.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, perlambatan M2 pada Mei 2021 terutama dipengaruhi oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih. Faktor aktiva luar negeri bersih tumbuh 6,4 persen (yoy), melambat dibandingkan 10,7 persen (yoy) pada April 2021.

Sementara itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tumbuh 61,4 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 45 persen (yoy). Selain itu, pertumbuhan kredit[1] tercatat -1,3 persen (yoy), meskipun terus menunjukkan perbaikan dibandingkan pertumbuhan Maret dan April 2021 masing-masing sebesar -3,7 persen (yoy) dan -2,4 persen (yoy).

Advertisement

Baca juga:
Dorong Ekonomi Halal, Pemerintah Fokus Kembangkan Sektor Makanan dan Fesyen
BI Soal Ekonomi Syariah: Kalau Tak Punya Strategi, RI Bisa Jadi Korban Kapitalisasi
Bos BI: Pembangunan Ekosistem Ekonomi Halal Dimulai dari Pemberdayaan Pesantren
Bos BI Sebut Indonesia Harus Mempercepat Sertifikasi Produk Halal
BI Beberkan 4 Hal Penting Pengembangan Rantai Ekosistem Ekonomi Halal
Survei BI: Minggu Ketiga Juni 2021 Masih Deflasi 0,11 Persen

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.