LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI beberkan faktor pendorong inflasi Mei 2018 capai 0,21 persen

Kepala Grup Riset Ekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Reza Anglingkusumo mengapresiasi inflasi Mei 2018 sebesar 0,21 persen. Padahal, bulan Mei kali ini sudah memasuki bulan suci Ramadan, di mana biasanya inflasi cukup tinggi karena harga pangan melonjak naik.

2018-06-05 17:38:22
Bank Indonesia
Advertisement

Kepala Grup Riset Ekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Reza Anglingkusumo mengapresiasi inflasi Mei 2018 sebesar 0,21 persen. Padahal, bulan Mei kali ini sudah memasuki bulan suci Ramadan, di mana biasanya inflasi cukup tinggi karena harga pangan melonjak naik.

"Inflasi bulan Mei tetap terkendali. Secara tahunan 3,23 persen. Lebih rendah dibanding bulan sebelumnya dan ini masih berada dalam kisaran sasaran inflasi," kata Reza, di Kantor BI, Selasa (5/6).

Reza menjelaskan, inflasi Mei yang rendah ini didukung oleh terkendalinya inflasi inti dan melambatnya inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food). "Inflasi Volatile food sempat meningkat di akhir 2017, tapi di awal 2018 ini mulai terkendali," ujarnya.

Advertisement

Selain itu, Reza juga mengungkapkan bahwa inflasi yang terkendali ini terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. "Inflasi 2,5-3,5 persen setiap provinsi. Ini karena kecenderungan harga-harga di Indonesia terkendali. Yang terendah dari sisi inflasi di bulan Mei itu kawasan Bali Nusa."

Dia melanjutkan, inflasi Volatile Food secara spasial juga rendah yaitu di bawah 5 persen. Akan tetapi, ada beberapa provinsi yang juga masih perlu diwaspadai, yakni Sumatera dan Jawa. Adapun melambatnya inflasi Volatile Food ini disumbang oleh beberapa jenis pangan yang mengalami deflasi.

"Ini karena beberapa komoditas itu harganya deflasi seperti beras dan produk hortikultura. Beras ini karena kita impor beras sehingga harga stabil. Untuk cabai, panen bagus," jelasnya.

Advertisement

Selain itu, terkendalinya inflasi Mei karena ada beberapa aspek penguatan regulasi juga terkait identifikasi dari distributor. Dengan demikian, Reza mengaku optimis target inflasi tahunan di 2018 dapat tercapai.

"Kemudian berbagai kebijakan pasokan dan stabilisasi harga. Kemudian terkait koordinasi, sudah dilakukan di tingkat pusat termasuk memantau dan melakukan upaya khusus lewat operasi pasar murah. Di daerah didukung oleh TPID-TPID," tutur Reza.

Baca juga:
Bos BI sebut inflasi Mei 2018 bukti pelemahan Rupiah tak berpengaruh besar
Inflasi Mei 0,21 persen, ini tanggapan Menteri Sri Mulyani
Daging dan telur ayam jadi penyumbang terbesar inflasi Mei 2018
Mei 2018, BPS catat inflasi capai 0,21 persen
Bank Indonesia minta masyarakat ikut andil jaga inflasi Ramadan dengan cara ini
Pemerintah targetkan inflasi 2019 tak berubah di kisaran 3,5 persen

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.