LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

BI Akui Penurunan Suka Bunga Acuan Tak Direspons Penurunan Bunga Kredit Perbankan

Bank sentral telah melakukan koordinasi dengan pemerintah dan OJK sebelum menentukan suku bunga. Misalnya penentuan suku bunga bagi para pemilik dana besar akan menyebabkan suku bunga deposito lebih cepat turun.

2020-03-19 21:45:26
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi. Namun hal ini nyatanya kurang disambut baik oleh perbankan. Transmisi ke pasar uang diakui telah berjalan baik. Namun penurunan suku bunga terhadap deposito dan kredit masih belum efektif. Begitu juga dengan penyaluran kredit yang berjalan lambat.

"Kurs deposito telah berjalan, tapi kurang terhadap kredit," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (19/3).

Bank sentral telah melakukan koordinasi dengan pemerintah dan OJK sebelum menentukan suku bunga. Misalnya penentuan suku bunga bagi para pemilik dana besar akan menyebabkan suku bunga deposito lebih cepat turun, sehingga berdampak pada bunga kredit.

Advertisement

Berkaitan dengan pertumbuhan kredit perbankan ada dua aspek yang memengaruhi. Aspek penawaran perbankan dan permintaan kredit dari dunia usaha maupun rumah tangga.

"Yang kami pastikan penawaran dari perbankan harus dilakukan lebih tinggi," kata Perry.

Advertisement

Penyaluran Kredit Lamban

Selain itu Bank Indonesia juga telah melonggarkan kebijakan makro dan koordinasi dengan OJK untuk mengurangi berbagai kendala di perbankan.

OJK juga telah mengeluarkan ketentuan tata cara penghitungan kredit bermasalah. Misalnya yang tadinya Rp3 miliar jadi Rp1 miliar saja, sepanjang nasabah bisa membayar. Tentu saja akan diklasifikasikan dengan penurunan kredit pinjam dan langkah-langkah itu yang terus diperbaiki.

Permasalahan yang dihadapi dari permintaan kredit dalam kondisi pelemahan perekonomian saat ini yaitu permintaan yang terus menurun. Apalagi dalam jangka pendek ini terjadi gangguan distribusi dan juga pasokan baik bahan baku impor maupun ekspor.

"Tentu saja ini memengaruhi permintaan kredit," kata Perry.

Maka, dalam menghadapi ini Bank Sentral berkoordinasi Pemerintah untuk merancang stimulus ekonomi agar permintaan pembiayaan meningkat. Menteri Keuangan telah mengeluarkan stimulus fiskal dengan total Rp27 triliun.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.