BI Akui Indonesia Sudah Terdampak Pelemahan Ekonomi Global
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat investasi (Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto/PMTDB) di kuartal II-2019 mencapai 5,01 persen, menurun dari kuartal sebelumnya di 5,03 persen. Angka ini juga menurun dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai 5,85 persen.
Bank Indonesia (BI) mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia turut terdampak dari kondisi perekonomian global yang tengah melemah akibat gejolak ekonomi. Seperti perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China, juga perang dagang antara Jepang dan Korea Selatan.
"Investasi itu menurun tapi turunnya memang sedikit dibanding kuartal lalu," kata Direktur eksekutif departemen komunikasi BI, Onny Widjanarko di Bali, Jumat (27/9).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat investasi (Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto/PMTDB) di kuartal II-2019 mencapai 5,01 persen, menurun dari kuartal sebelumnya di 5,03 persen. Angka ini juga menurun dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai 5,85 persen.
Dari data investasi tersebut, investasi bangunan di kuartal II-2019 sebesar 5,46 persen, menurun tipis dari kuartal sebelumnya di 5,48 persen. Meski demikian, investasi bangunan ini lebih tinggi dibanding kuartal yang sama di 2018 sebesar 5,02 persen.
Sementara itu, investasi non bangunan justru mengalami penurunan drastis. Tercatat, di kuartal II-2019, investasi non bangunan mencapai 3,70 persen. Meski naik dari kuartal sebelumnya di 3,69 persen, namun dibandingkan tahun lalu (yoy) menurun drastis. Di mana tahun lalu bisa mencapai 8,33 persen.
"Investasi bangunan menurun tapi steady. Non pembangunannya yang menurun padahal kita mengharapkan naik agar menopang pertumbuhan ekonomi ke depan," imbuhnya.
Baca juga:
Kebijakan BI Turunkan Uang Muka KPR Gairahkan Industri Properti Tengah Landai
BI Dorong Perusahaan Terbitkan SBK Sebagai Alternatif Sumber Pembiayaan
Demo Mahasiswa Bikin Rupiah Melemah
BI: Inovasi Fintech Jangan Kebablasan dan Harus Hati-Hati
Perbankan di Wilayah Terdepan RI Tak Terima Uang Logam, Ini Respons BI
Bank Indonesia Contek India dan China Kelola Data Pengguna Fintech