Besok, Sri Mulyani terbang ke Lombok tinjau kerusakan akibat gempa
Sri Mulyani mengungkapkan, kantor Kemenkeu yang terdampak bencana di Lombok di antaranya adalah Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan beberapa kantor lainnya. Dia juga akan meninjau langsung keluarga pegawai Kemenkeu yang menjadi korban gempa.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan bertolak ke Lombok esok hari untuk menyerahkan 4 hewan kurban bagi pengungsi korban gempa Lombok. Sekaligus untuk mengecek langsung kondisi kantor-kantor cabang Kementerian Keuangan regional Lombok.
"Hewan kurban 25 di kemenkeu. Jadi yang dikirim ke Lombok 4. Kita semua besok juga akan menuju ke Lombok untuk lihat jajaran kita yang di sana," kata Sri Mulyani di Kantor Pusat Dirjen Pajak, Jakarta, Rabu (22/8).
Dia mengungkapkan, kantor Kemenkeu yang terdampak bencana di Lombok di antaranya adalah Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan beberapa kantor lainnya.
"Karena kan banyak sekali jajaran dari direktorat jenderal pajak, bea cukai, pembendaharaan kekayaan negara, kantor vertikal kita di sana. Kita mau lihat tingkat kerusakan. Kita juga melihat bagaimana suasana kerja dan suasana keluarga mereka," ujarnya.
Selain meninjau kerusakan gedung, dia juga akan meninjau langsung keluarga pegawai Kemenkeu yang menjadi korban gempa.
"Melihat staf kita dan keluarganya. Ada yang jadi korban luka kerusakan dari rumah-rumah mereka. Namun tentu sebagai Menkeu saya juga akan melihat dari sisi keseluruhan bencana itu sendiri. Dan terutama kesiapan kita untuk mendukung mulai dari pemulihan dan pembangunan kembali dari keseluruhan masyarakat serta berbagai macam gedung dan infrastruktur yang rusak selama ini. Jadi sekaligus kita lihat itu," tandas Sri Mulyani.
Baca juga:
Rayakan Idul Adha, BI alokasikan hewan kurban ke NTB
Korban gempa Lombok dapatkan bantuan
BNPB: 515 orang meninggal dunia akibat gempa di Lombok
BNPB catat 515 orang meninggal dan 7,145 terluka akibat gempa di Lombok
BNPB perkirakan kerugian gempa Lombok capai Rp 7,7 triliun
Sandiaga nilai koordinasi penanganan gempa di Lombok tak maksimal