LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Besok, Rupiah Diprediksi Kembali Tertekan ke Level Rp14.062 per USD

Nilai tukar Rupiah diprediksi akan kembali tertekan pada perdagangan besok dengan rentang Rp14.062-14.115 per USD. Sementara itu, sore ini Rupiah ditutup melemah di pasar spot yakni berada pada posisi Rp14.090 atau tertekan 0,09 persen dengan melemah 12 poin.

2019-11-19 19:19:56
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah diprediksi akan kembali tertekan pada perdagangan besok dengan rentang Rp14.062-14.115 per USD. Sementara itu, sore ini Rupiah ditutup melemah di pasar spot yakni berada pada posisi Rp14.090 atau tertekan 0,09 persen dengan melemah 12 poin.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, baik sentimen internal hingga eksternal mempengaruhi pelemahan rupiah pada hari ini.

"Laporan terbaru menyebut bahwa Cina pesimis tentang menyetujui kesepakatan, yang menunjukkan resolusi untuk mungkin risiko terbesar bagi ekonomi global tetap sulit dipahami," tuturnya, di Jakarta, Selasa (19/11).

Advertisement

Selain itu, kini pasar terus mengamati setelah Trump bertemu Ketua Federal Reserve AS (The Fed) Jerome Powell pada hari Senin (18/11) di tengah kritik berulang presiden AS bahwa The Fed belum cukup menurunkan suku bunga.

"Trump selama lebih dari satu tahun menuduh Fed merusak kebijakan ekonominya dengan, dalam pandangannya, mempertahankan suku bunga terlalu tinggi," ujarnya.

Dari domestik, sentimen penurunan bunga penjaminan sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempengaruhi gerak rupiah. "Namun kondisi likuiditas perbankan tidak ada permasalahan. Nilai tukar rupiah dan kondisi global masih cukup stabil dan baik untuk simpanan rupiah di bank umum," ungkapnya.

Advertisement

Rupiah Melemah

Nilai tukar (kurs) Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore masih terkoreksi dipicu faktor eksternal, terutama terkait perang dagang Amerika Serikat dan China.

Rupiah ditutup melemah 12 poin atau 0,09 persen menjadi Rp14.091 per USD dibanding posisi sebelumnya Rp14.079 per USD.

Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, meski Bank Indonesia hari ini telah melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dan data ekonomi dalam negeri yang positif, tidak serta merta mata uang Garuda kembali menguat.

"Pasar kembali fokus terhadap data eksternal yang kurang menguntungkan sehingga wajar kalau rupiah hari ini kembali melemah," ujar Ibrahim.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.