LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Berpotensi Buat Investor Kabur, Penyelesaian Kasus Jiwasraya Tak Perlu Lewat Pansus

Jika penyelesaian kasus Jiwasraya sampai dibuatkan panitia khusus (pansus) alias dipolitisasi, maka para investor bisa saja kabur.

2020-01-09 15:50:49
Jiwasraya
Advertisement

Kasus gagal bayar yang dialami perusahaan asuransi Jiwasraya disebut memiliki dampak besar dan sistemik. Tidak hanya bagi kelangsungan operasional usaha, namun juga bagi para investor yang berharap dapat cuan setelah menanamkan modal di perusahaan.

Pengamat asuransi, Irvan Rahardjo mengatakan, jika penyelesaian kasus Jiwasraya sampai dibuatkan panitia khusus (pansus) alias dipolitisasi, maka para investor bisa saja kabur.

"Sangat pengaruh (politisasi). Kalau dilanjutkan dengan pansus, dikhawatirkan akan menjadi bola liar, akan terjadi tarik menarik kepentingan," ungkap Irvan kepada Liputan6.com, Kamis (9/1).

Advertisement

Lebih lanjut, fokus pemerintah dalam menyelesaikan masalah dikhawatirkan justru akan terbengkalai jika pansus dibentuk. Selain itu, dikhawatirkan jika terus dibawa ke ranah politik, investor yang selama ini minat terhadap Jiwasraya justru berpikir ulang. "Jelas sangat pengaruh (ke investor)," tegas dia,

Menunggu Proses Hukum di Kejaksaan Agung

Oleh karenanya, Irvan menyarankan agar semua pihak bersabar dan menunggu proses hukum yang sedang berjalan.

Advertisement

"Saya sepakat dengan Kementerian BUMN. Saya sampaikan, ini bisa jadi bola liar, kasus ini sudah ditangani Kejagung (Kejaksaan Agung). Sebaiknya kita semua bersabar dan menunggu proses hukum yang berjalan," tuturnya.

Irvan kemudian menyarankan agar pemerintah segera merealisasi formula-formula yang telah mereka racik untuk menyembuhkan BUMN asuransi ini, terutama rencana yang dapat mendatangkan dana segar dengan cepat.

"Seperti yang disampaikan Kementerian BUMN, seperti holding, anak usaha, jual aset, terutama yang sangat mungkin itu jual aset, cari investor," ujarnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.