LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Berkah mudik Lebaran, kuli panggul terminal kantongi untung berlipat

Berkah mudik Lebaran, kuli panggul terminal kantongi untung berlipat. Di hari biasa, Sahid mengaku pendapatannya hanya berkisar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per hari. Sementara, di musim mudik Lebaran, pendapatannya meningkat dua kali lipat berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per hari.

2017-06-30 18:30:00
Mudik Lebaran 2017
Advertisement

Setiap bus tiba dari luar kota merupakan hal menggembirakan bagi Sahid dan rekan-rekan. Sahid berprofesi sebagai kuli panggul resmi di Terminal Kampung Rambutan.

Sahid mengungkapkan, musim mudik dan balik Lebaran merupakan berkah tersendiri bagi para kuli panggul. Sebab, mereka mendapat peningkatan pendapatan seiring ramainya penumpang bus.

"Kalau saat mudik lumayan kan duitnya masih pada banyak belum kepake jadi ngasihnya (bayaranya) gede-gede," kata Sahid di sela waktunya menunggu bus tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Jumat (30/6).

Sementara untuk arus balik, Sahid mengatakan bahwa penumpang cenderung memberi upah lebih sedikit. "Mungkin karena uangnya sudah mulai menipis habis dipakai Lebaran di kampung," ujarnya.

Sahid dan rekan kuli panggul lainnya memang tidak mematok tarif khusus. Mereka menerima upah seikhlasnya dari penumpang yang menggunakan jasa mereka.

"Ada yang ngasih Rp 10.000, Rp 20.000 Rp 30.000. Paling besar ngasih Rp 50.000. Yang ngasih goceng (Rp 5.000) juga ada," ungkapnya.

Di hari biasa, Sahid mengaku pendapatannya hanya berkisar Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per hari. Sementara, di musim mudik Lebaran, pendapatannya meningkat dua kali lipat berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per hari.

"Yang paling banyak dapat Rp 250.000 pas mudik," jelasnya.

Ketika bus tiba dan berhenti di area parkir antar-jemput, Sahid dan rekan-rekannya langsung mengerubungi bus tersebut. Untuk lebih menarik minat penumpang, mereka menawarkan jasa menggunakan bahasa daerah asal bus tersebut.

Misalnya, ketika bus yang tiba berasal dari Tasikmalaya atau Garut, mereka menyapa dan menawarkan jasa dengan menggunakan bahasa sunda. "Bade ka arah mana (mau ke arah mana) bu?," kata mereka.

Untuk membedakannya dengan kuli panggul tidak resmi, mereka diberi seragam berwarna oranye dengan nomor dan nama mereka yang tertera di bagian muka.

Operator terminal pun berkali-kali mengingatkan penumpang untuk menggunakan jasa panggul hanya dari mereka yang menggunaan seragam. "Penumpang yang ingin menggunakan jasa panggul ada petugas yang berseragam oranye," begitu suara pengumuman yang dikeluarkan melalui pengeras suara.

Baca juga:
Arus balik, 1 juta kendaraan belum kembali ke Jakarta & Bandung
H+5 Lebaran, 47.905 pemudik balik lewat Terminal Kampung Rambutan
Menkes minta pemudik jangan jajan sembarangan
24.656 Pemudik mulai kembali lewat Stasiun Pasar Senen hari ini
Tak ada kejahatan terjadi di Stasiun Senen selama arus mudik
Antisipasi macet horor di Nagreg, Kapolri instruksikan satu arah
Polisi berlakukan contra flow di Cikampek menuju Jakarta

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.