Berawal dari hobi, Ridho raup Rp 5 juta per bulan dari membuat action figure lokal
Kerajinan action figure karakter superhero dan tokoh pewayangan yang diproduksi seorang pengrajin di Solo, cukup menjanjikan. Menurut Ridho, berawal pada 2010, ketika dirinya sebagai pencinta action figure mendapati ada koleksinya yang rusak perlu dimodifikasi. Awal dari itu, Ridho melakukan modifikasi agar tak bosan.
Kerajinan action figure karakter superhero dan tokoh pewayangan yang diproduksi seorang pengrajin di Solo, cukup menjanjikan. Sebab, pesanannya sedang banyak diminati masyarakat Indonesia.
Seorang pengrajin, Leonardus Ridho Sukma Wijaya (33) warga Jalan Samratulangi No. 3 RT 6 RW 10 Manahan, Solo, mengatakan dirinya menggeluti bisnis membuat action figure karakter superhero tersebut berawal dari hobi. Kini berkembang menjadi penghasilan tetap yang mendatangkan rejeki cukup lumayan.
Menurut Ridho, berawal pada 2010, ketika dirinya sebagai pencinta action figure mendapati ada koleksinya yang rusak perlu dimodifikasi. Awal dari itu, Ridho melakukan modifikasi agar tidak bosan dengan bentuk yang sama.
"Saya mulai dari hanya iseng itu, ternyata banyak disukai oleh teman-teman sesama penyuka action figure hingga para kolektor," kata Ridho seperti dikutip dari Antara, Rabu (27/9).
Ridho kini juga menerima pesanan membuat action figure karakter superhero seperti Kamen Rider RX, Superman, dan ada tokoh atau negarawan.
Harga pesanan action figure tokoh dengan ukuran tinggi sekitar 15 centimeter sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta atau tergantung tingkat kesulitan. Orderan melalui online pun kerap datang dari berbagai daerah, dan dengan kemampuan produksi rata-rata hanya empat hingga lima buah action figure.
"Saya rata-rata hanya bisa memproduksi empat hingga lima buah per bulan. Prosesnya cetakaan masternya dari tanah liat untuk bagian-bagiannya dengan bahan baku silikon. Setelah itu, finissing dengan pewarnaan sesuai oderan," katanya.
Hasil dari bisnis membuat kerajinan action figure karakter superhero atau tokoh pewayangan seperti Gatotkaca, Wiro Sableng, dan negarawan tersebut cukup lumayan, rata-rata sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per bulan.
Ruang usaha Ridho yang dinamakan "Ridho Bengkel Toys" dimulai pada 2010. Dia menerima pesanan merombak, memperbaiki dan memperbarui action figure. Konsumen yang hendak menggunakan jasanya biasa dengan cara melalui facebook atau Whatsapp (WA) atau bertemu langsung di bengkelnya.
"Order yang diterima ternyata cukup luar biasa datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Solo, Semarang, Jakarta, Surabaya, Kalimantan, dan Sumatera," kata Ridho.
Menurut dia, dirinya memulai pekerjaan tersebut dengan melepasi per-bagian action figure, jika ada kerusakan akan diperbaiki agar kembali seperti fungsi awal. Bagian-bagian ini, kemudian diampelas sebelum akhirnya dicat sehingga seperti baru kembali.
"Saya untuk mengganti salah satu bagian tubuh, misal dengan cara mencetak lagi menggunakan bahan baku resin sesuai kebutuhan. Catnya kebanyakan menggunakan 'acrylic'. Baru kemudian ditambahkan aksesoris sesuai keinginan konsumen," katanya.
Menurut dia, untuk menerima order perbaikan setiap action figure rata-rata ongkosnya antara Rp 35.000 hingga Rp 75.000 karena dihitung per bagian yang perlu diperbaiki. Hasil bengkel perbaikan action figure juga lumayan bisa mencapai hingga Rp 4 juta per bulan.
Baca juga:
Kisah pengusaha liwet instan beromzet Rp 1 M sabet Danamon Entrepreneur Awards
Sandiaga Uno: Indonesia berpotensi jadi pusat kopi dunia
Kisah Yenni, wanita cantik tinggalkan posisi pimpinan bank dan jadi pengusaha pempek
5 Tips jitu bangun usaha bisa untung dalam kurun waktu kurang dari setahun
4 Bisnis rumahan ini omzetnya di atas gaji bulanan, bisa sampai Rp 90 juta
Bikin Warung Muslimah, cara Ipemi tingkatkan kesejahteraan masyarakat
Kisah inspiratif Vivi Leonita, merdeka di tengah kepahitan