Beras dan rokok jadi penyebab utama penduduk jatuh miskin
Ketua BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan sumbangan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2017 tercatat sebesar 73,35 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2017 yaitu sebesar 73,31 persen. Beras memberi sumbangan sebesar 18,80 persen di perkotaan dan 24,52 persen di pedesaan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan September 2017 jauh lebih besar dibandingkan bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Total masyarakat miskin di Indonesia mencapai 26,58 juta atau 10,12 persen dari jumlah penduduk.
Ketua BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan sumbangan makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2017 tercatat sebesar 73,35 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi Maret 2017 yaitu sebesar 73,31 persen.
Pada September 2017, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan pada umumnya hampir sama. Beras memberi sumbangan sebesar 18,80 persen di perkotaan dan 24,52 persen di pedesaan.
"Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK 9,98 persen di perkotaan dan 10,70 persen di pedesaan," ujar Kecuk saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (2/1).
Selanjutnya, komoditi bukan makanan yang menyumbang besar untuk garis kemiskinan baik di perkotaan dan pedesaan adalah perumahan (di perkotaan 8,79 persen dan pedesaan 7,36 persen).
"Bensin di perkotaan 4,24 persen dan di pedesaan 3,18 persen, juga listrik di perkotaan 3,84 persen dan di pedesaan 2,04 persen," tandasnya.
Baca juga:
Menyambung hidup di tanah terlarang Nusakambangan
September 2017, penduduk miskin RI capai 26,58 juta dengan gini ratio 0,391 persen
'Fokus saya bukan pemerataan pembangunan namun pendapatan masyarakat'
Setiap hari 20 orang meninggal di Yaman karena tidak mampu beli obat-obatan
Ekonom puji kiprah Gus Ipul kurangi kemiskinan Jatim
Bayi 4 bulan di Pekanbaru menderita tumor wajah
Kisah keluarga Budiyanto setahun tinggal di hutan jati Karanganyar