Berapa Lama Anggaran Israel Kuat Perang Melawan Iran? Begini Hitungannya
Israel kerap menghambur-hamburkan anggaran mereka untuk melakukan penyerangan bagi negara yang dianggapnya berbahaya.
Memasuki hari keenam, sejak serangan Israel ke Iran pada Jumat (13/6), tak ada tanda-tanda kedua negara mulai mereda. Saling balas serangan menjadi "kegiatan rutin" yang disaksikan masyarakat sipil dan dunia.
Unjuk gigi kekuatan militer bukanlah ongkos murah. Sebagai wilayah zionis, Israel kerap menghambur-hamburkan anggaran mereka untuk melakukan penyerangan bagi negara yang dianggapnya berbahaya.
Berdasarkan laporan dari Stockholm International Peace Research Institute, pengeluaran Israel untuk pertahanan pada tahun 2024 mencapai USD46,5 miliar atau setara Rp762 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.393 per USD). Anggaran ini naik 65 persen. Dari jumlah ini, alokasi untuk pertahanan bahkan 8,8 persen dari PDB.
Dilansir dari Deutsche Welle, anggaran pertahanan Israel pada tahun 2025 hanya USD38,6 miliar atau setara Rp632 triliun, dari APBN USD215 miliar atau setara Rp3.525 triliun.
Masa Bertahan Israel
Merujuk anggaran pertahanan tersebut, berapa lama Israel akan bertahan melakukan serangan rudal Iran?
Menurut seorang penasihat pemerintah, Israel habiskan dana sebesar USD 300 juta (Rp 4,89 triliun) per hari dalam melawan Iran.
“Pemerintah ini siap membayar berapa pun harga perang dengan Iran,” kata penasihat tersebut, seraya menambahkan, “Bahkan jika itu berarti menguras cadangan dan menjerumuskan Israel ke dalam utang selama beberapa generasi,” kata dia, seperti dikutip dari Quds News Network, Selasa (17/6).
Jika pengeluaran rutin Israel untuk menyerang Iran secara konstan Rp4,89 triliun, maka kemampuan untuk bertahan selama 129 hari dengan kalkulasi; total anggaran pertahanan Rp632 triliun dibagi pengeluaran harian sebesar Rp4,89 triliun.
Beban keuangan ini menambahkan tekanan pada anggaran perang yang sebelumnya sudah sangat besar. Sejak Oktober 2023, Israel diperkirakan telah menghabiskan USD 85 miliar (Rp 1.385 triliun) untuk perang di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, Suriah. Angka tersebut belum mencakup eskalasi terbaru dengan Iran.
Ekonomi Israel hadapi masa depan yang tidak menentu
Itai Ater, seorang profesor ekonomi di Sekolah Manajemen Coller, Universitas Tel Aviv, mengatakan perang saat ini "sangat mahal", dan ada "ketidakpastian besar tentang masa depan jangka pendek dan jangka panjang."
"Biaya militer baik untuk lini ofensif maupun defensif sangat tinggi. Hal ini tentu akan berdampak pada anggaran, defisit, PDB, dan utang Israel," kata Ater kepada DW.
Biayanya memang tinggi. Dalam 20 bulan terakhir, banyak warga Israel telah menghabiskan ratusan hari bertugas sebagai tentara cadangan. Yang lainnya telah dievakuasi dari rumah mereka di dekat wilayah perbatasan yang menyebabkan gangguan besar dalam kehidupan mereka. Layanan sosial sedang tertekan.
Sejak serangan Jumat lalu , banyak orang tidak bekerja, termasuk di bidang manufaktur, perdagangan, teknologi dan sistem pendidikan, kata Ater.
Penerbangan komersial ke dan dari negara itu juga saat ini ditangguhkan. Maskapai penerbangan telah mengevakuasi jet mereka dan wilayah udara di sebagian besar Timur Tengah ditutup.