Benarkah Perusahaan Lebih Hemat Jika Gunakan Vaksin CanSino?
Sejauh ini, belum ada informasi resmi terkait harga yang dibanderol untuk biaya penggunaan vaksin asal China itu. Sehingga, bisa saja harga vaksin CanSino akan diterapkan sama dengan Sinopharm yang juga digunakan dalam program vaksin Gotong Royong.
Ketua Tim Taskforce Covid-19 PT Astra International Tbk (ASII), Aloysius Budi Santoso mengaku belum bisa memprediksi potensi penghematan anggaran perusahaan dengan penggunaan vaksin jenis CanSino yang cukup satu kali suntikan.
Sebab, sejauh ini, belum ada informasi resmi terkait harga yang dibanderol untuk biaya penggunaan vaksin asal China itu. Sehingga, bisa saja harga vaksin CanSino akan diterapkan sama dengan Sinopharm yang juga digunakan dalam program vaksin Gotong Royong.
"Jujur, kita tidak punya ide dengan CanSino sampai saat ini. CanSino boleh satu suntikan tapi kalau harganya katakanlah Rp800.000-an, ya kan sama saja," ungkapnya dalam Dialog Produktif bertajuk Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong, Kamis (27/5).
"Sekarang kan Sinopharm harganya Rp350.000-an (Rp321.660) dengan fasilitas kesehatan Rp117.000 (Rp117.910). Jadi, total kan kira-kira kalau dua kali suntikan Rp879.140. Kalau CanSino satu suntikan juga sama ya sama jasa," terangnya.
Oleh karena itu, pihaknya enggan terlalu memikirkan terkait potensi penghematan anggaran dengan penggunaan vaksin CanSino. Menurutnya, terpenting saat ini ialah percepatan pelaksanaan program Gotong Royong yang melibatkan peserta dari karyawan Astra Group untuk segera terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.
"Jadi, kami tidak berandai-andai dulu karena (harga) CanSino belum tahu persis. Sementara ini kami tidak berandai-andai tentang CanSino, kita fokus dulu kejar, berdoa 7,5 juta (dosis) segera datang dan Astra alokasinya," tekannya.
Vaksin Gotong Royong Gunakan Sinopharm dan Cansino
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, pemerintah bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menggencarkan pelaksanaan vaksinasi gotong royong yang sudah dimulai Selasa (18/5) kemarin.
Menteri Erick bilang, percepatan vaksinasi nasional terus dilakukan salah satunya melalui vaksinasi gotong royong. Untuk vaksinasi gotong royong, pihaknya sudah mendapatkan komitmen vaksin untuk 12,5 juta orang.
"Jenis vaksinnya ini ada 2, yaitu Sinopharm dan Cansino. Untuk Sinopharm ada 15 juta dosis atau (untuk) 7,5 juta orang (2 kali suntikan) dari mulai bulan ini sampai bulan Desember," ujar Menteri Erick dalam konferensi pers, Rabu (19/5).
Pihaknya juga akan mendorong pengadaan vaksin Cansino sebanyak 5 juta dosis atau untuk 5 juta orang (1 suntikan). "Total ada 12,5 juta vaksin untuk vaksinasi gotong royong," kata Menteri Erick.
(mdk/idr)