Benarkah Menkeu Purbaya Tidak Tegur Sapa dengan Luhut? Begini Klarifikasinya
Purbaya menjelaskan bahwa dirinya dan Luhut memiliki jarak dua kursi. Di antara Purbaya dan Luhut, duduk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut hubungannya dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan baik-baik saja. Dia mengaku tak ada masalah apapun dengan mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu.
Hal ini disampaikan Purbaya saat menjawab pertanyaan awak media soal dirinya dan Luhut tak saling bertegur sapa dalam sidang kabinet paripurna yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10).
"Tapi baik hubungan saya sama dia (Luhut), enggak ada masalah," kata Purbaya kepada wartawan usai sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/10).
Purbaya menjelaskan bahwa dirinya dan Luhut memiliki jarak dua kursi. Di antara Purbaya dan Luhut, duduk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Kan jauh berapa kursi, masa 'Pak Luhut, Pak Luhut'," ucap Purbaya sambil meniru gestur memanggil dari jauh.
Hubungan Luhut dan Purbaya Sempat Disorot
Sebelumnya, hubungan Purbaya dan Luhut tengah disorot. Salah satunya, dalam pembangunan family office.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, inisiatif pembentukan Family Office di Indonesia sama sekali tidak berkaitan dengan penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut dia, langkah ini murni ditujukan untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih kompetitif dan menarik bagi para investor asing.
"Kita harus friendly ke foregn investment itu harus jalan bagus. Oleh sebabnya saya usulin buatlah family office. Family office tidak ada urusan dengan APBN,” kata Luhut dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Kamis (16/10).
Ia menambahkan, kebijakan ini diharapkan dapat menjadi terobosan baru dalam mengalirkan dana investasi global ke dalam negeri tanpa menambah beban fiskal negara.
Luhut Soroti Pernyataan Menkeu Purbaya
Luhut pun menyoroti terkait pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut enggan membiayai pembentukan Family Office dengan APBN. Menurutnya, hal itu hanya salah paham.
"Kita ramai bertengkar ini itu apa, sebenarnya enggak ada urusannya, itu kita urusannya supaya orang-orang kita atau asing taruh duitnya di Indonesia dengan zero tax nanti di dalam dia baru kena tax karena dia investasi dibanyak proyek di Indonesia,” ujarnya.
Luhut mengungkapkan, ide Family Office terinspirasi dari keberhasilan pusat keuangan dunia seperti Singapura, Hong Kong, dan Abu Dhabi yang berhasil menarik dana pribadi miliarder dunia untuk dikelola di negara mereka.
Menurut Luhut, dengan skema ini, investor dapat menempatkan asetnya dengan perlakuan pajak yang lebih bersahabat.
"Orang asing bikin family office banyak sekali di Singapura, di Hongkong, di Abudhabi. Mereka juga pengen mengapa hanya di Singapura aja? proyeknya kurang, di Indonesia proyeknya banyak ya kenapa gak kita tarik kemari, logikanya di situ,” ujarnya.