LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Beli rumah subsidi, masyarakat berpenghasilan rendah dapat asuransi ini

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan, MBR yang membeli rumah subsidi akan mendapat tanggungan asuransi dalam beberapa hal, seperti jika terjadi kebakaran, asuransi jiwa, hingga default untuk kreditnya.

2018-08-23 17:58:26
Kementerian PUPR
Advertisement

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun rumah-rumah subsidi dalam memenuhi target Program Sejuta Rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Selain mendapatkan rumah subsidi, MBR pun bisa mendapatkan asuransi perumahan.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan, MBR yang membeli rumah subsidi akan mendapat tanggungan asuransi dalam beberapa hal, seperti jika terjadi kebakaran, asuransi jiwa, hingga default untuk kreditnya.

"Misalnya, mereka diberhentikan kerja dan tidak bisa membayar, itu ter-cover. Tapi kalau misalnya ada bencana, itu belum disebutkan asuransinya. Ini yang sedang kita bahas, bagaimana kalau terjadi sebuah bencana," kata Lana di Jakarta, Kamis (23/8).

Advertisement

Sebagai rujukan, dia mengatakan telah belajar dari dampak kasus gempa yang terjadi di Lombok. "Kita tidak bisa menutup kemungkinan bahwa bisa terjadi bencana di lokasi-lokasi lain, karena Indonesia juga terletak di ring of fire. Jadi mungkin saja di lokasi lain juga bisa terkena," imbuhnya.

Meski demikian, program Sejuta Rumah tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah saja, namun juga ada sedikit porsi bagi golongan masyarakat non-MBR.

"Yang non-MBR itu kan porsi yang dibangun. Nah mereka kan ambil KPR (Kredit Pemilikan Rumah) yang komersial, yang akan lebih terpengaruh dengan kebijakan Bank Indonesia dan OJK. Kalau subsidi itu benar-benar rumah yang dibangun pengembang yang harganya sesuai dengan harga subsidi," jelasnya.

Advertisement

"Di UU (Undang-Undang) urusannya MBR itu pemerintah. Kalau yang non-MBR tidak diurus, hanya dicatat saja bahwa itu termasuk dalam Program Sejuta Rumah," tambah dia.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan, hingga 20 Agustus 2018, progres Program Sejuta Rumah tercatat mencapai 582.638 unit rumah. Jumlah tersebut naik sekitar 60.000 unit dari 31 Juli 2018, yang sebanyak 520.034 unit rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, menargetkan bisa menyalurkan sekitar 30.000 unit rumah lagi hingga penghujung Agustus ini.

"Dan ini memang targetnya 1 bulan antara 100.000 sampai 125.000 (unit rumah baru terbangun). Masih 10 hari lagi, bisa sampai 610.000 di akhir Agustus. Saya akan coba tambah 30.000 lagi sampai akhir bulan," jelasnya di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (23/8).

Dia pun optimistis dapat mencapai pembangunan sebanyak 1,2 juta unit hingga akhir tahun sesuai yang dicanangkan Program Sejuta Rumah. "Saya masih optimis, masih punya waktu 4,5 bulan lagi," katanya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
BTN: Sektor perumahan masih kuat dan minim terdampak ekonomi global
Kementerian PU-PR bangun 582.638 unit rumah murah per 20 Agustus
Genjot program satu juta rumah, BTN kembali gelar Properti Award 2018
Pemerintah kembangkan rumah anti gempa dengan teknologi RISHA
Dana FLPP berkurang, backlog rumah turun 5,4 juta pada 2019

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.