Bela Jokowi, PDIP yakin enam bulan lagi ekonomi membaik
Pembelaan ini dilakukan atas kritikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kepada Presiden Jokowi.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengkritik perombakan kabinet (reshuffle) yang dilakukan Presiden Joko Widodo. Dia menilai perombakan kabinet itu belum mampu perbaiki ekonomi Indonesia.
Menanggapi itu, Ketua fraksi PDI Perjuangan Olly Dondokambey membela Presiden Jokowi. Dia yakin perbaikan ekonomi bakal terjadi dalam enam bulan usai paket ekonomi jilid II diterapkan.
"Dijaminlah enam bulan lagi baru ada perubahan. Pada bulan itu para investor akan masuk kemudian proses aliran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan terserap sampai ke desa-desa," kata Olly di Jakarta, Jumat (2/10).
Masuknya investor, kata dia, bakal meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, nilai tukar Rupiah pun menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
"Ketika semua daerah sudah menyerap maka daya beli masyarakat makin menguat," ujar Olly.
Menurut Anggota Komisi XI DPR RI ini, paket kebijakan ekonomi jilid II yang dikeluarkan Presiden Jokowi sangat berpengaruh terhadap perbaikan ekonomi, terutama mempermudah izin investasi dan peningkatan pajak.
"Itu semua untuk mestabilkan ekonomi. Memang baik, tunggu saja perubahannya," pungkasnya
Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar melempar kritik kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Khususnya di bidang ekonomi yang terus merosot tak ada perubahan meski sudah melakukan reshuffle kabinet.
"Kita sudah melakukan reshuffle, tetapi tetap saja nggak berubah (ekonomi)," ujar Muhaimin di Graha Gus Dur, Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh No 9 Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
Kata pria yang disapa Cak Imin ini, reshuffle permasalahannya bukan pada perorangan. Tetapi, lanjut Cak Imin, pada formula dari seseorangnya.
"Yang penting keadaan ini bukan reshuffle tapi formulanya. Misalnya investasi dipermudah dan bagaimana menghindari PHK," kata Cak Imin.
(mdk/bim)